TEMBILAHAN -- Gaungriau.com --Chating mesum orang penting di Kabupaten Inhil, ternyata membawa petaka bagi daerah. Barang Bukti (BB)ternyata dijadikan alat barter kekuasaan dan mengeruk materi.

"Kasus itu terjadi sekitar 2016 yang lalu, tidak banyak orang yang tahu. Tapi ditatanan pemerintahan sempat heboh. Tapi karena menyangkut orang yang cukup berkuasa, kasus tersebut berhasil di redam,"terang salah seorang tokoh pemuda berinisial ED kepada media ini, Kamis, 23 Agustus 2018.

Masih menurut ED, dirinya tahu persis siapa orang menekan oknum orang penting tersebut. Sehingga pada gilirannya mendapat jabatan meski pada awalnya mereka tidak diperkirakan akan duduk.

Ia menambahkan, chating mesum tersebut juga digunakan oleh oknum tertentu untuk menguras harta yang bersangkutan. Kalau ditotalkan, cukup besar juga nominal yang sudah dikeluarkan.

Ketika didesak wartawan untuk membuka siapa saja mereka yang terlibat, ED mengatakan, "tidak untuk saat ini. Saya ingin melihat, apakah mereka yang sekarang masih menjabat akan tetap diposisinya atau tidak, kalau iya saya akan kasih wartawan biar di ekspos," katanya.

Apa yang terjadi ini sangat disayangkan. Inhil akan tersandera dengan kasus ini. Kedepan akan banyak pejabat yang tidak berkualitas yang duduk di pemerintahan, sehingga keinginan anak negeri untuk Inhil yang berkemajuan akan sulit terwujud.** (suf)