BENGKALIS -- Chelsi Agustina setiap hari menangis kesakitan. Bocah 9 tahun tersebut menangis lantaran menahan rasa sakit akibat penyakit kanker tenggorokan yang diderita selama tiga bulan.

Menurut keterangan Ibu Tira Wati awalnya kanker tenggorokan tersebut berbentuk benjolan kecil pada pipi bawah sebelah kanan namun saat ini benjolan membesar sehingga dirawat  insentif di RS Arifin Ahmad Pekanbaru, Riau.

Wanita berusia 46 tahun ini sangat prihatin dengan kondisi anak pertamanya yang masih duduk dibangku sekolah dasar Negeri 45 Bengkalis. Seharusnya dengan usia saat ini layaknya mereka dapatkan pendidikan namun karena derita kanker tenggorokan tersebut sehingga tidak bisa untuk sekolah.

"Jangankan sekolah. Untuk makan saja putri tidak bisa melalui mulutnya. "Ucap Tira Wati seraya sambil melinangkan air mata.

Selain itu wanita yang sehari hari hanya bisa memberikan kebahagian serba keterbatasan ini mengungkapkan bahwa pengobatan kanker tenggorokan diderita wajib mengkonsumsi obat diluar tanggungan BPJS kesehatan yang harganya mencapai Rp3,4 juta perbulan.

Tira Wati bersama suami Andri Kurniawan sudah mengupayakan banyak cara agar anak perempuan mereka sembuh. Meski Chelsi Agustina dirawat RS Arifin Ahmad Pekanbaru namun belum menunjukan kesembuhan.

Usaha kedua orangtua balita juga mendapat kesulitan biaya. Sang ayah yang bekerja sebagai buruh lepas harian  hanya memiliki biaya terbatas untuk mengobati putrinya.