Sosialisasi dan Road Map Program PTM
Bengkalis Dua Kali Raih Penghargaan
Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB
BENGKALIS -- Pemerintah Kabupaten Bengkalis diwakili oleh Dinas Kesehatan meraih dua kali penghargaan pada kegiatan sosialisasi dan road map program penyakit tidak menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa Napza di Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung selama empat hari, dan berakhir pada tanggal 10 Maret 2017.
Bengkalis meraih penghargaan untuk kategori pemaparan seluruh materi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa Napza (P2MKJN). Berikutnya, penghargaan kedua untuk kategori peserta teraktif dalam menyampaikan saran pendapat setiap panel program kelas bersama yang disampaikan oleh narasumber.
“Juga termasuk 10 besar dalam acara pertemuan Sosialisasi dan Road Map Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa & Napza,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis. Moh Sukri, Selasa 14 Maret 2017.
Rasa bangga juga disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Bengkalis, Alwizar. Dikatakan, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa merupkan seksi baru dalam susunan perangkat daerah Kabupaten Bengkalis bahkan di seluruh di Indoenesia.
“Kita dapat perhatian dari Departemen Kesehatan RI dalam acara sosialisasi. Ini merupakan langkah awal yang baik terutama untuk prioritas program strategis nasional kita siap dukung dengan cara melakukan advokasi kepada pengambil kebijakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Edi Sudarto SKM mengatakan, tujuan dari pertemuaan meliputi melakukan sosialisasi Program Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM dan Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza (P2MKJN), tersusunnya target sasaran kinerja program P2PTM dan P2MKJN dan tercapainya pemahaman tentang program P2PTM dan P2MKJN.
“Dewasa ini penyakit tidak menular telah menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia karena telah terjadi perubahan dalam pola penyakit terkait dengan perilaku manusia menyebabkan kematian telah bergeser menjadi penyakit tidak menular seperti jantung, darah tinggi, stroke, kanker, diabetes mellitus karena tingginya kesakitan dan kematian dan beban pembiayaan pengobatan. Demikian juga masalah kesehatan jiwa dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adaktif lainnya (NAPZA) menjadi komitmen nasional yang tertuang di dalam RPJMN maupun Rencana Strategis di Pusat, Propinsi dan Kabupaten/kota serta sinergiitas dan percepatan pencapaian program nasional,” papar Edi Sudarto.
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Evakuasi Masyarakat, Pekanbaru Sudah Tidak Layak Huni
Gaungriau.com -- Riau telah ditetapkan berstatus Darurat Pencemaran Udara. Puskesmas dan rumah sakit diinstruksikan buka 24 jam. Status Siaga Darurat Darurat Karlahut menjadi Keadaan Darurat Pencemaran Udara. Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amril SH, menyebut Kota Pekanbaru sudah tidak layak untuk dihuni lagi. DPRD minta agar…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap Bertambah Pekat
Bupati Syamsuar Tunda Lomba Foto dan Pameran Ekraf TdS
Gaungriau.com -- Suasana ceria di lapangan Tengku Maharatu Senin 14 September 2015 mendadak hening seketika, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi yang dijadwalkan akan membuka Lomba Foto dan Pameran Ekraf Touer de Siak (TdS) 2015 tiba-tiba mengumpulkan panitia pelaksana dan memberikan arahan. "Terimakasih atas ikhtiar saudara-saudara mempersiapkan…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penderita ISPA Di Bengkalis Capai 1488 Orang
Gaungriau.com -- Jumlah penderita Infeksi Saluran Penyakit Atas (ISPA) di Kabupaten Bengkalis mencapai 1488 orang dari tanggal 1 September hingga saat ini, hal ini dikarenakan akibat kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Bengkalis dalam sepekan ini, ditambah lagi tingginya Indeks Standar Pencemaran Uidara (ISPU) yang sudah mencapai level berbahaya.…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Walikota Firdaus Akui Pekanbaru Tak Layak Untuk Dihuni
Gaungriau.com -- Bencana kabut asap yang tebal akibat dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengakibatkan kota bertuah sudah tidak layak untuk ditempati dan sudah seharusnya masyarakatnya diungsikan. Pasalnya berdasarkan data BMKG saat ini, kategori udara di Pekanbaru sudah diatas berbahaya. Walikota Pekanbaru, Firdaus MT secara terang-terangan mengakui…






