• Kudus Kurniawan

PEKANBARU -- Beberapa wali murid di Kota Pekanbaru mengaku resah dengan adanya aksi jual beli buku lembar kerja siswa.

Seperti disampaikan seorang wali murid salah satu SD di Panam, mengaku keberatan adanya penjualan LKS seharga Rp10 ribu. Modusnya, LKS dititip di kedai tidak jauh dari sekolah dan murid diminta membeli di sana.

Hingga saat ini, sudah beberapa wali murid dari dua sekolah dasar yang ada di kecamatan Tampan Kota Pekanbaru yang mengeluhkan hal yang sama.

Menanggapi informasi ini, Anggota DPRD Kota Pekanbaru menilai apa yang dilakukan sekolah sudah sangat memberatkan orangtua siswa atau wali murid.

"Kita dapat informasi adanya jual beli LKS, memang tidak dijual langsung oleh pihak sekolah, tetapi kabarnya siswa diminta membeli LKS di toko-toko yang diduga telah ditunjuk oleh pihak sekolah, seharusnya apapun kegiatan yang dibuat sekolah tidak memberatkan siswa, contohnya LKS ini," ungkap Anggota DPRD Kota Pekanbaru Kudus Kurniawan, Kamis 16 Februari 2017.

Seharusnya, kata Politisi Hanura ini, pihak sekolah bisa menfasilitasi apa yang menjadi keluhan siswa di sekolah, misalnya melalui komite sekolah yang di dalamnya juga dilibatkan orangtua siswa.

"Kalaupun harus dibeli oleh murid, seharusnya ada pembicaraan di komite bersama orangtua siswa, sehingga keberatan dan kesulitan-kesulitan tertentu siswa bisa didengar, seharusnya kewenangan sekolah juga memikirkan kepentingan siswa, dan saya harap pihak sekolah bisa mengambil tindakan yang tepat untuk mempermudah siswa," tuturnya.