Hearing yang diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga, Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Hotman Sitompul, dan anggota-anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru lainnya, Ida Yulita Susanti, Maspendri, Yose Saputra serta Tarmizi Akhmad, yang mempertanyakan mulai dari jumlah Daftar Pemilihan Tetap (DPT) hingga adanya dugaan DPT ganda, serta ingin mengetahui tentang pemilih pemula yang ada di Kota Pekanbaru.
Pertemuan ini juga sempat berlangsung alot dan panas. Karena Jhon Romi Sinaga sebagai wakil rakyat Dapil Tampan dan Payung Sekaki, menemukan secara langsung amburadulnya DPT. Bahkan Romi sempat berpikir, Pilkada Pekanbaru ini pantas ditunda dulu, karena masih amburadul.
"Saya telah melakukan tinjauan di lapangan seperti di TPS 53, 57, 60, di Kecamatan Tampan, dari DPT ratusan namun yang keberadaannya ada hanya puluhan saja, sementara selebihnya fiktif tidak tinggal di lokasi tersebut," ungkap Romi sambil memperlihatkan data yang didapatnya.
Romi tampak sangat marah terkait temuan ini, namun tidak dapat dijelaskan dengan baik oleh Disdukcapil, KPU, dan Panwaslu. Bahkan Romi mempersilahkan KPU dan tim ikut berjalan bersamanya ke RT-RT untuk memverifikasi kebenaran data yang dimilikinya ini.
"Data kami bisa dipertanggungjawabkan, ada sekitar 30 TPS yang kami datangi. Setiap malam saya pulang jam tiga untuk meninjau ini. Boleh jalan sama saya ke RT. Ini serius, terdaftar sebanyak ini, yang ada orangnya hanya beberapa, yang lainnya kemana," sebut Romi.
Romi juga minta KPU, Panwas, Dukcapil jangan menelan mentah-mentah data yang didapat, namun lakukan verifikasi. "Temuan kita banyak, anggota kita banyak, ini bisa menjadi senjata pamungkas bagi saya dan kawan-kawan lain nantinya, maka mari benahi 10 hari kedepan," pinta Romi.























