PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar apel siaga darurat bencana asap akibat Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman kantor Gubernur Riau, Jumat 3 Februari 2017.
Apel siaga darurat bencana asap akibat Karhutla ini dilakukan sebagai upaya pencegahan lebih dini karhutla di Provinsi Riau tahun 2017 dan menuju Riau bebas asap.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam amanatnya mengatakan bahwa, bencana asap yang terjadi di Provinsi Riau sudah terjadi sejak tahun 1997 dan di tahun 2016 kita telah berhasil menanggulangi bencana tersebut.
"Alhamdulillah pada tahun 2016 kita telah berhasil menekan titik api (hot spot) dari 100% menjadi 17%" Ungkap Gubri.
lebih lanjut Gubri menjelaskan bahwa, di tahun 2017 ini dalam upaya menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla, melalui keputusan Gubernur Riau nomor KPTS. 112/I/2017, tentang penanggulangan bencana asap akibat Karhutla selama 96 hari, dimulai dari tanggal 24 Januari hingga 30 April 2017.
"Berbagai upaya yang telah dilakukan di tahun 2016 yang lalu seperti pembuatan kanal bloking, sumur bor, pembuatan kolam serta patroli terpadu kembali kita lakukan selama status siaga ini belaku,"Tambahnya.
Gubernur Riau juga berharap semua pihak saling bekerja sama dan slaing Koordinasi dalam penanggulangan karhutla ini, karena pencegahan karhutla ini tidak bisa dilakukan dengan sendiri sendiri.
Dalam apel siaga ini juga dilakukan pemberian bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada Pemprov Riau untuk pencegahan dan patroli karhutla.
Bantuan yang diberikan yaitu sebanyak 217 unit sepeda motor trail , alat pemadam, pompa air dan peralatan lain. dan juga diserahkan satu bantuan mobil double gardan kepada Kota Dumai dan Kabupaten Kampar.
Dalam apel siaga ini selain Gubri, juga dihadiri Kepala BNPB Willem Rampangilei, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Raffles Brotestes Panjaitan, Ketua DPRD Riau Septina Primawati, Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi, Danlanud Marsma TNI Henri Alfiandi, Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain, Sekda Riau Ahmad Hijazi, Kepala BPBD Riau Edwar Sanger dan pejabat pratama di lingkungan Pemprov Riau, Seluruh BNPB Kabupaten/kota Se Provinsi Riau, perwakilan Asosiasi Dunia Usaha, Manggala Agni dan MPA serta Para Tamu Undangan Lainnya.**(Mc Riau)
Apel siaga darurat bencana asap akibat Karhutla ini dilakukan sebagai upaya pencegahan lebih dini karhutla di Provinsi Riau tahun 2017 dan menuju Riau bebas asap.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam amanatnya mengatakan bahwa, bencana asap yang terjadi di Provinsi Riau sudah terjadi sejak tahun 1997 dan di tahun 2016 kita telah berhasil menanggulangi bencana tersebut.
"Alhamdulillah pada tahun 2016 kita telah berhasil menekan titik api (hot spot) dari 100% menjadi 17%" Ungkap Gubri.
lebih lanjut Gubri menjelaskan bahwa, di tahun 2017 ini dalam upaya menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla, melalui keputusan Gubernur Riau nomor KPTS. 112/I/2017, tentang penanggulangan bencana asap akibat Karhutla selama 96 hari, dimulai dari tanggal 24 Januari hingga 30 April 2017.
"Berbagai upaya yang telah dilakukan di tahun 2016 yang lalu seperti pembuatan kanal bloking, sumur bor, pembuatan kolam serta patroli terpadu kembali kita lakukan selama status siaga ini belaku,"Tambahnya.
Gubernur Riau juga berharap semua pihak saling bekerja sama dan slaing Koordinasi dalam penanggulangan karhutla ini, karena pencegahan karhutla ini tidak bisa dilakukan dengan sendiri sendiri.
Dalam apel siaga ini juga dilakukan pemberian bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada Pemprov Riau untuk pencegahan dan patroli karhutla.
Bantuan yang diberikan yaitu sebanyak 217 unit sepeda motor trail , alat pemadam, pompa air dan peralatan lain. dan juga diserahkan satu bantuan mobil double gardan kepada Kota Dumai dan Kabupaten Kampar.
Dalam apel siaga ini selain Gubri, juga dihadiri Kepala BNPB Willem Rampangilei, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Raffles Brotestes Panjaitan, Ketua DPRD Riau Septina Primawati, Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi, Danlanud Marsma TNI Henri Alfiandi, Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain, Sekda Riau Ahmad Hijazi, Kepala BPBD Riau Edwar Sanger dan pejabat pratama di lingkungan Pemprov Riau, Seluruh BNPB Kabupaten/kota Se Provinsi Riau, perwakilan Asosiasi Dunia Usaha, Manggala Agni dan MPA serta Para Tamu Undangan Lainnya.**(Mc Riau)



