• RSUD Bengkalis

BENGKALIS --  Terkait adanya pasien minta pulang mendadak bahkan menyebut kinerja RSUD Bengkalis yang dinilai buruk, kini giliran RSUD Bengkalis memberikan penjelasan proses tindakan dari mulai IGD ke ruang perawatan VIP, petugas maupun perawat sudah melaksanakan tindakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan.

Hal itu langsung dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) RSUD Kabupaten Bengkalis H Suhery Zien, Dia mengatakan, setelah dilakukan rapat internal terkait adanya pemberitaan sebelumnya bahwa pelayanan RSUD Bengkalis buruk.

“Berdasarkan pantauan kami, petugas baik dokter maupun perawat VIP sudah melakukan  tindakan sesuai SOP selama pasien dirawat di RSUD Bengkalis. Sebab sdr Deni sudah ketiga kalinya dalam waktu seminggu dikeluhkan dengan sesak,”kata Plt Suhery Zien kepada GaungRiau.com Jumat 27 Januari 2017.

Ia juga mengemukan bahwa pasien sdr Deni justru tidak mematuhi tindakan prosedur pelayanan yang ada bahkan kerap melakukan tindakan-tindakan diluar tindakan dokter bersangkutan yang menangani pasien.

“Kemarahan dan permasalahan yang dikeluhkan sdr Deni bukan pada pelayanan medis yang terstandarisasi pada kami. Tetapi akibat dari permintaan yang bersangkutan yang meminta tindakan atau pemberian obat atau zat tertentu’. Dengan dosis tertentu yang sebetulnya menyalahi SOP yang ada justru akan membahayakan kesehatan dari pasien. Ini tidak dibenarkan,”katanya.

Jadi, dikarenakan permintaan sdr Deni menyalahi SOP tidak dipenuhi oleh pihak RSUD Bengkalis.  Dikatakan Suhery Zien, yang bersangkutan mengajukan pulang atas kemauan sendiri, dan kejadian ini sudah terjadi berulangkali.

“Sdr Deni yang minta mengajukan pulang sendiri. Tanpa ada izin dari pihak RSUD Bengkalis. Padahal kami sudah mensarankan untuk membuat surat rujukan RS dimana yang akan lebih baik untuk melakukan tindakan medis untuk pasien. Tetapi tidak mau,”katanya.