• Bumi perkemahan Bukit Segaria Kecamatan Bunut

PELALAWAN -- Pada tahun 2014 silam, saat Kwartir Cabang Pramuka 0411 Kabupaten Pelalawan dijabat mantan Wabup Drs.H.Marwan Ibrahim Bumi Perkemahan (Buper) Bukit Segaria yang berada di Desa Lubuk Mas Kecamatan Bunut pernah didaulat menjadi Buper terbaik ke 2 se -Propinsi Riau.

Namun Ironis, pertengahan tahun 2015 hingga kini Bumi Perkemahan Bukit Segaria terkesan tak terurus dan terabaikan. Soal tarik ulur soal kewenangan pengelolaan dari pihak Kabupaten ke Kecamatanpun menjadi persoalan tersendiri.

Saat ini, Ketua Kwartir Cabang Pramuka 0411 Kabupaten Pelalawan masa bhakti 2016 - 2021 dijabat Drs.H.Atmonadi,M.Si yang merupakan Asisten II Setdakab Pelalawan.Dirinya pun bertekad akan melakukan pengelolaan Bumi Perkemahan Bukit Segaria secara profesional.

"Ya jelas, pemantapan lokasi dengan melakukan pemetaan terhadap area Buper ya termasuk dengan perkebunan sawitnya.Kalau soal kebun sawitnya nanti akaan coba Kita perjelas kembali. Seluruh fasilitas yang dibutuhkan akan coba Kita penuhi.Saya tk menampik jika kondisi Buper Bukit Segari terkesan tak terurus dan terkelola dengan profesional. Kita akan hidupkan kembali Buper Bukit Segaria dengan berbagai kegiatan kepramukaan," papar Atmonadi kepada media ini Selasa 10 Januari 2017.

Disinggung soal kantor Kwarcab 0411 yang berada di dalam hutan Kota Pangkalan Kerinci,Atmonadi juga menyampaikan akan segera menempatkan penjaga kantor dan mulai mengaktifkannya.

"Saya sudah melihat langsung Kantor Kwarcab dihutn Kota dan Saya kira. Cukup strategis.Tentunya dengan keberadaan kantor dihutan kota akan Kita coba berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait dan tentunya pimpinan agar pengelolaan hutan kota bisa dilakukan oleh Kwarcab 0411. Paling tidak ini kan wisata alam dapat menjadi tempat kegiatan kepramukaan maupun area rekreasi bagi warga. Perlahan nanti Kita akan coba berdiskusi.Untuk Buper Bukit Segaria dan Pengelolaan hutan kota dikarenakan kantor Kwarcab aada didalamnya akan kita lakukan pengelolaan secara profesional kedepannya," tukas Atmonadi.**(ham)