PEKANBARU -- Tantangan yang begitu berat seiring dengan arus globalisasi saat ini hendaknya jangan disikapi warga Muhammadiyah dengan kelemahan, tantangan itu harus dijadikan peluang.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr H Mubarak MSi saat menjadi salah seorang pembicara dalam acara bertajuk Diskusi Akhir Tahun yang ditaja oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Riau dan LHKP PWM Riau, Jumat 20 Desember 2016 sore di ruang rapat Muhammadiyah Riau.
"Ini hanya akan bisa diambil kalau kita mempersiapkan diri, karena itulah mari kita berselera tinggi. Warga Muhamamdiyah itu harus berselera tinggi," ujar Rektor.
Dia menyebut, tantangan kedepan disaat gencarnya pengaruh globalisasi ditambah dengan dibuka nya kran arus global tersebut oleh pemerintah membuat masyarakat dinegeri ini semakin susah dan tertinggal. semua bisa masuk, sehingga rakyat dari sisi ekonomi tetus tertidas.
"Data terakhir yang kami peroleh menunjukkan kalau tingkat pengangguran di Riau itu tertinggi nomor 7 di Indonesia, dan yang lebih menyedihkan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) malah nomor satu. Karena itulah kita harus siap, namun itu masih menjadi tanda tanya dan jadi tantangan kedepan," kata Rektor.
Karena itu menurut Mubarak, bersama perserikatan Muhammadiyah, Dia bertekad menjadikan UMRI di buat pesantren untuk menghadapi tantangan kedepan, ini bertujuan bagaimana umri bisa memproteksi diri dalam menghadapi tantangan globalisai saat ini.
"Terutama para generasi muda, Pemuda Muhammadiyah, Mahasiswa UMRI, jangan hanya sekedar menjadi aktifis yang loyo. Harus jadi orang kuat kita, dan kita bisa untuk itu," pungkasnya memberi semangat kepada peserta diskusi yang sebagian besar merupakan dari kalangan Pemuda Muhammadiyah.
Selain Rektor Mubarak, tampil juga sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Raja Ramli Ibrahim mewakili Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, dan Jhoni setiawan Mundung, sebagai aktifis ornof.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr H Mubarak MSi saat menjadi salah seorang pembicara dalam acara bertajuk Diskusi Akhir Tahun yang ditaja oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Riau dan LHKP PWM Riau, Jumat 20 Desember 2016 sore di ruang rapat Muhammadiyah Riau.
"Ini hanya akan bisa diambil kalau kita mempersiapkan diri, karena itulah mari kita berselera tinggi. Warga Muhamamdiyah itu harus berselera tinggi," ujar Rektor.
Dia menyebut, tantangan kedepan disaat gencarnya pengaruh globalisasi ditambah dengan dibuka nya kran arus global tersebut oleh pemerintah membuat masyarakat dinegeri ini semakin susah dan tertinggal. semua bisa masuk, sehingga rakyat dari sisi ekonomi tetus tertidas.
"Data terakhir yang kami peroleh menunjukkan kalau tingkat pengangguran di Riau itu tertinggi nomor 7 di Indonesia, dan yang lebih menyedihkan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) malah nomor satu. Karena itulah kita harus siap, namun itu masih menjadi tanda tanya dan jadi tantangan kedepan," kata Rektor.
Karena itu menurut Mubarak, bersama perserikatan Muhammadiyah, Dia bertekad menjadikan UMRI di buat pesantren untuk menghadapi tantangan kedepan, ini bertujuan bagaimana umri bisa memproteksi diri dalam menghadapi tantangan globalisai saat ini.
"Terutama para generasi muda, Pemuda Muhammadiyah, Mahasiswa UMRI, jangan hanya sekedar menjadi aktifis yang loyo. Harus jadi orang kuat kita, dan kita bisa untuk itu," pungkasnya memberi semangat kepada peserta diskusi yang sebagian besar merupakan dari kalangan Pemuda Muhammadiyah.
Selain Rektor Mubarak, tampil juga sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Raja Ramli Ibrahim mewakili Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, dan Jhoni setiawan Mundung, sebagai aktifis ornof.
Ikut juga hadir dalam kesempatan itu para Wakil Rektor UMRI, dan para Dekan dan dosen UMRI. **(mad)





