• Gubri H Arsyadjuliandi Rachman bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr H Kamsol Hadiri Pembukaan Rencana Induk Pengembang Sekolah (RIPS) SMA/Smk Se Provinsi Riau Peresmian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pada SMK 1,2,3,4 Pekanbaru dan SMK NEGERI 1 Pasir Penyu di SMKN 3 Pekanbaru

PEKANBARU -- Untuk itu, Pemerintah Provinsi Riau terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas dan pelayanan pendidikan. Dengan lebih memfokuskan pembangunan bidang pendidikan ini diharapkan akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Akses pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan pembangunan. Komitmen untuk meningkatkan SDM yang berkualitas terus dilakukan Pemprov Riau. Mulai dari peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas guru dan pemberian beasiswa kepada siswa/ mahasiswa berprestasi, dan ahkan beasiswa kepada guru dan dosen hingga peningkatan fasilitas dan sarana prasarana pendidikan.

Komitmen itu ditegaskan Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman saat memimpin upacara peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional belum lama ini di Halman kantor Gubernur Riau. Menurutnya, berbagai program rencana pembangunan bagi Pemerintah Provinsi Riau ke depan dengan lebih mengutamakan pembangunan di bidang pendidikan, selain infrastruktur dan kesehatan.
       
"Apa yang kita lakukan sekarang ini, pendidikan adalah yang paling utama. Bagus jalan, karena pendidikan orangnya. Bagus pelayanan kesehatan, karena pendidikan," ujar Gubri.
                
Gubri menambahkan, apapun rencana pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan, hasilnya tidak akan baik. Selain itu, ia juga meminta seluruh guru di Provinsi Riau agar meningkatkan mutu pendidikan. Sehingga diharapkan, dapat bersaing dengan provinsi lain.

Gubri juga memaparkan, untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, itu merupakan domainnya Pemprov Riau. Sedangkan guru hanya fokus untuk meningkatkan mutu pendidikan. "Kita ingin ke depan wilayah terisolir di Riau bisa benar-benar tersentuh oleh guru-guru yang profesional. Inilah yang harus kita perjuangkan," ujarnya.

Namun demikian, untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud Pemerintah Provinsi Riau mengakui masih banyak kekurangannya. Mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan kualitas guru dan dosen sehingga nantinya output yang dihasilkan menjadi mumpuni.

Sebagai bentuk komitmen Pemprov Riau dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, tiap tahun alokasi pendidikan sebesar 25 persen dianggarkan dalam APBD, sesuai yang diamanatkan Pemerintah Pusat. Anggaran sebesar 25 persen tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kualitas guru dan sarana maupun prasarana penddikan.

Aplikasi dari upaya peningkatan kualitas guru tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau mendorong para guru untuk melanjutkan pendidikan, dimana bagi guru yang belum strata satu (S1) agar dapat melanjutkan kuliah. Begitupun yang belum berpendidikan Strata Dua (S2), juga dapat melanjutkan pendidikan, karena Disdik telah menyiapkan anggaran melalui beasiswa.

Pengratisan pendidikan kuliah bagi para guru tersebut terkait dengan kebijakan Pemprov Riau yang akan melakukan standarisasi pendidikan guru. Dimana nantinya, guru SD dan SMP wajib minimal berpendidikan S1. Sedangkan guru SMA minimal S2.

Dijelaskan Gubri, pendidikan yang bermutu tergantung pada keberadaan guru yang bermutu, yaitu guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat.

Oleh karena keberadaan guru yang bermutu merupakan syarat mutlak lahirnya sistem dan praktek pendidikan yang berkualitas, maka hampir semua bangsa di dunia ini mengembangkan kebijakan yang mendorong keberadaan guru yang berkualitas.

"Sudah merupakan pendapat umum bahwa kemakmuran suatu bangsa berkaitan erat dengan kualitas atau mutu pendidikan bangsa yang bersangkutan. Bahakan lebih spesifik lagi, bangsa-bangsa yang berhasil mencapai kemakmuran dan kesejahteraan dewasa ini adalah bangsa-bangsa yang melaksanakan pembangunan berdasarkan strategi pengembangan sumber daya manusianya," kata Gubri.

Pengembangan sumber daya manusia, dari aspek pendidikan berarti mengembangkan pendidikan baik aspek kuantitas maupun kualitas. Aspek kuantitas menekankan pada perluasan sekolah sehingga penduduk memilki akses untuk bisa mendapatkan pelayanan pendidikan tanpa memandang latar belakang kehidupan mereka.

Dari aspek kualitas, pengembangan sumber daya manusia berarti pendidikan dalam hal ini kualitas sekolah harus selalu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Kualitas sekolah memiliki tekanan bahwa lulusan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki kemampuan yang relevan dan diperlukan dalam kehidupannya.

Peningkatan mutu pendidikan melalui standarisasi dan profesionalisasi yang sedang dilakukan dewasa ini menuntut pemahaman berbagai pihak terhadap perubahan yang terjadi dalam berbagai komponen sistem pendidikan.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr H Kamsol bahkan menyebut kalau Disdikbud Riau telah mewajibkan setiap guru SMA sederajat pada tahun 2018 sudah harus menggantongi S2. Jika belum, maka mereka siap-siap dipindahkan mengajar menjadi guru SMP.

"Untuk para guru yang berada di daerah, Disdikbud Riau mengarahkan kuliah di Universitas Terbuka (UT), sehingga tidak menganggu aktifitas pekerjaannya dalam proses belajar mengajar," ujarnya.

Disdikbud Riau juga membuat program unggulan peningkatkan kualitas SDM putra daerah ini, yakni dengan pemberian bantuan dana desertasi (tugas akhir) untuk dosen yang menempuh pendidikan sarjana strata 3 atau doktoral. Dana yang disiapkan tidak dibatasi disesuaikan dengan tugas akhir yang diajukan.

Sementara untuk para siswa, Disdikbud Riau programkan pemberian pendidikan skill (keahlian) selama satu tahun bagi siswa SMK. Gunanya, untuk meningkatkan daya saing lulusan atau SDM para siswa SMK nanti. Pemberian pendidikan keahlian setahun bagi siswa SMK itu, sebagai upaya memantapkan ilmu yang diperoleh saat di bangku sekolah.

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, tidak terlepas dari dukungan pembangunan sarana prasarana pendukung. Oleh karena itu, berbagai program telah dibuat Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan. Salah satunya, Disdik Riau menyiapkan Labor Micro Teaching untuk guru, mulai dari SD, SMP dan SMA di masing-masing kabupaten/kota di Riau.

Selain gedung sekolah, Pemprov Riau juga akan membangun sarana pendukung lainnya, seperti lapangan bola mini, dan juga sarana pendukung lainnya. Dengan berjalannya program ini, maka akses pendidikan di Riau dapat lebih baik lagi. Sehingga upaya menerapkan program nasional, yakni pendidikan universal atau wajar 12 tahun dapat berjalan lebih baik.**(Adv/Humasprov)