897 Jiwa Peserta BPJS Kesehatan di Kelurahan Delima Menunggak
Rabu, 30 November 2016 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Sedikitnya 897 jiwa peserta BPJS Kesehatan di Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru tercatat belum menunaikan kewajibannya membayar iuran bulanan. Akitnya premi tunggakan mencapai Rp 135 juta lebih.
"Kelurahan Delima ini tercatat peringkat lima (5) jumlah tunggakan tertinggi dari 20 kelurahan yang terbanyak menunggak di wilayah kerja Kantor Cabang Pekanbaru," jelas Kepala Unit Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Erwin Fadillah melalukan roadshow ke berbagai kelurahan dalam rangka sosialisasi tatacara pembayaran iuran BPJS Kesehatan di kelurahan Delima, Rabu 30 Nopember 2016.
Menurutnya tunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya masih banyaknya warga yang belum memahami tentang mekanisme dan tata cara mengenai pembayaran iuran premi tersebut. Bahkan ada pula beberapa diantaranya yang belum mengetahui tentang risiko yang akan dialaminya bila terjadi tunggakan premi pada saat membutuhkan pelayanan.
"Jadi persoalannya bukan karena tidak mau membayar, tapi lebih karena kurang paham mengenai pembayaran iurannya seperti apa. Dan masih adanya trauma masa lalu terkait kurang maksimalnya pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS Kesehatan di berbagai rumah sakit yang ada di Pekanbaru," ujar Erwin.
Persoalan tunggakan pembayaran premi ini, menurut Erwin, memang tak hanya terjadi di Kelurahan Tampan saja, tapi juga di beberapa kelurahan lain yang ada di Pekanbaru. Dimana jumlah besaran tunggakan yang mesti dibayar di setiap kelurahan juga saling berbeda-beda.
Selain kurang pahamnya masyarakat terhadap mekanisme pembayaran iuran, tambah Erwin, masyarakat juga kurang memahami tentang ketentuan yang berlaku, baik tentang VA Keluarga, denda pelayanan dan tenggang waktu pengurusan administrasi tungggakan pelayanan yakni 3x24 jam kerja dan lain sebagainya, sehingga berdampak terhadap masyarakat ketika ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dan dalam hal ini BPJS Kesehatan yang salahkan.
"Dengan roadshow inilah, kita ingin menyampaikan pemahaman kepada masyarakat peserta BPJS tentang pembayaran iuran. Tentu dibantu pula dengan peran Lurah, RT dan RW setempat, agar tunggakan iuran BPJS Kesehatan bisa diperkecil," sebut Erwin didampingi Lurah Delima.**(azw)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Plt Gubernur Ajak PNS dan Masyarkat Shalat Istisqo
Gaungriau.com -- Kondisi udara di Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru pada khususnya terus memburuk dikarenakan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), ini dikarenkan musim kemarau yang melanda Provinsi Riau dalam beberapa bulan terakhir. Agar Allah Swt menurunkan rahmatnya berupa hujan, Plt Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman mengajak seluruh…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kudus: Pemerintah Harus Tegas Tangani Asap
Gaungriau.com -- Pengamat tranportasi Univertsitas Islam Riau (UIR) H Abdul Kudus Zaini ST. MT menilai kebakaran hutan di Riau tidak hanya menimbulkan kerugian dari sektor ekonomi, namun juga dari sektor pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup. Kebakaran hutan mengakibatkan kabut asap hampir 80 persen menyelimuti pulau Sumatera ini telah menimbulkan kerugian…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satpol PP Pekanbaru Kurangi Kegiatan Diluar Ruangan
Gaungriau.com -- Tidak ingin mengambil resiko terlalu jauh yang akan berdampak pada kesehatan akibat kabut asap. 60 persen dari kegiatan diluar ruangan personel Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru dikurangi. Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan, kebijakan mengurangi aktivitas diluar ruangan dikarenakan kondisi…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Evakuasi Masyarakat, Pekanbaru Sudah Tidak Layak Huni
Gaungriau.com -- Riau telah ditetapkan berstatus Darurat Pencemaran Udara. Puskesmas dan rumah sakit diinstruksikan buka 24 jam. Status Siaga Darurat Darurat Karlahut menjadi Keadaan Darurat Pencemaran Udara. Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amril SH, menyebut Kota Pekanbaru sudah tidak layak untuk dihuni lagi. DPRD minta agar…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap Bertambah Pekat
Bupati Syamsuar Tunda Lomba Foto dan Pameran Ekraf TdS
Gaungriau.com -- Suasana ceria di lapangan Tengku Maharatu Senin 14 September 2015 mendadak hening seketika, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi yang dijadwalkan akan membuka Lomba Foto dan Pameran Ekraf Touer de Siak (TdS) 2015 tiba-tiba mengumpulkan panitia pelaksana dan memberikan arahan. "Terimakasih atas ikhtiar saudara-saudara mempersiapkan…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penderita ISPA Di Bengkalis Capai 1488 Orang
Gaungriau.com -- Jumlah penderita Infeksi Saluran Penyakit Atas (ISPA) di Kabupaten Bengkalis mencapai 1488 orang dari tanggal 1 September hingga saat ini, hal ini dikarenakan akibat kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Bengkalis dalam sepekan ini, ditambah lagi tingginya Indeks Standar Pencemaran Uidara (ISPU) yang sudah mencapai level berbahaya.…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Walikota Firdaus Akui Pekanbaru Tak Layak Untuk Dihuni
Gaungriau.com -- Bencana kabut asap yang tebal akibat dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengakibatkan kota bertuah sudah tidak layak untuk ditempati dan sudah seharusnya masyarakatnya diungsikan. Pasalnya berdasarkan data BMKG saat ini, kategori udara di Pekanbaru sudah diatas berbahaya. Walikota Pekanbaru, Firdaus MT secara terang-terangan mengakui…






