PEKANBARU -- Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia di Pekanbaru bersama Pemprov Riau menjalin silahturahmi antar media yang bertujuan untuk menjalin komunikasi serta kerjasama diberbagai bidang.

"Media massa bisa menjadi jembatan komunikasi antara Malaysia dan Indonesia," ujar Gubri yang diwakili oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik, Fairuzel Gazali saat acara Program Jalinan Akrab Media Malaysia dan Indonesia, di Pekanbaru, Senin 28 Nopember 2016.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa media memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat di era teknologi informasi saat ini. Hal ini lantaran perkembangan informasi yang begitu cepat menyebar serta diserap oleh banyak pihak. Selain itu, akses untuk mendapatkan suatu informasi pada saat ini sangatlah gampang. 

Ia juga menyatakan bahwa dengan adanya silahturahmi media antar negara tersebut dapat memberikan sinergi terhadap peran media di dua negara.

Senada dengan hal tersebut, Konsulat Malaysia perwakilan Pekanbaru, Hardi Hamdin juga nenyebutkan bahwa media memiliki peranan penting di kedua belah negara. Aspek bilateral serta sejumlah kesepakatan lainnya juga sangat didukung oleh adanya media massa saat ini.

"Kita berharap semoga saja nantinya bisa ada studi banding pers Indonesia ke Malaysia atau sebaliknya," ujarnya.

Dalam diskusi insan pers Indonesia-Malaysia itu, menghadirkan 2 tokoh pers Malaysia. Yaitu Datok Muhammad Nurdin Abbas dan Datok Abdul Jalil Ali. Sementara, dari Riau menghadirkan tokoh pers Rida K Liamsi.