LOMBOK -- Bersama gubernur dan bupati/walikota se-Indonesia, Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis Kasmarni menghadiri acara pembukaan gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) di Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu 23 Nopember 2016.
Keikutsertaan Kabupaten Bengkalis pada gelar (TTG tingkat Nasional 2016 di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) ini sebagai upaya untuk meningkatkan kreatifitas daerah untuk melakukan inovasi, guna meningkatkan produktivitas.
“Disamping itu juga, melalui TTG tingkat Nasional ini sekaligus ajang untuk bertukar informasi dan pengetahuan, sehingga ada pengalaman yang bisa dibawa pulang untuk mendorong kreatifitas kelompok masyarakat di Kabupaten Bengkalis,” ungkap Amril Mukminin.
Pada dasarnya, kata mantan Kepala Desa Muara Basung ini, kegiatan pelaksanaan TTG untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam mengeluarkan ide-ide mereka khususnya dalam bidang teknologi. Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus mendorong partisipasi masyarakat untuk menciptakan temuan-temuan baru dalam guna memanfaatkan sumber daya alam untuk dapat diolah dan dimanfaatkan.
“Alhamdulillah, sejauh ini kreativitas masyarakat dalam menemukan TTG tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari produk temuannya, sehingga mampu membantu produktivitas pengelolaan terhadap sumber daya alam yang ada. Tentunya, kami memberikan apresiasi kepada individu maupun kelompok masyarakat yang selalu kreatif dan inovatif dalam menciptakan peralatan TTG,” ungkap Amril Mukminin.
Amril berharap penerapan teknologi tepat guna dapat terus dikembangkan, penggunaan teknologi harus dapat diimplementasikan di kalangan masyarakat, tidak hanya mampu membuat saja, tetapi juga diproduksi dengan menggandeng lembaga pendidikan kejuruan. Terlebih di Kabupaten Bengkalis sudah terdapat perguruan tinggi negeri, seperti Politeknik Negeri Bengkalis yang siap diajak kerja sama dalam upaya pengembangan TTG.
“Ke depannya kita harus bekerja keras dan bekerja sama saling bahu-membahu baik pemerintah dan swasta, perbankan serta akademisi. Terlebih-lebih saat ini, kita berada pada era masyarakat ekonomi Asean (MEA), makanya masyarakat kita harus lebih kreatif dan inovati, sehingga tidak terlalu tergantung dengan teknologi luar,” ungkap suami dari Kasmarni ini.



