PEKANBARU -- Tidak hanya persoalan pemadaman listrik yang tidak menentu yang kini kerap terjadi di Kota Pekanbaru, namun adanya kebijakan PLN yang tidak tersosialisasi dengan baik juga meresahkan masyarakat. Baru-baru ini, pelanggan PLN mengeluh karena harus ganti kilometer.

Seperti dialami seorang pelanggan PLN Rayon Panam Area Pekanbaru, Rio Agusri, yang mengungkapkan hal ini kepada wartawan, Selasa 15 Nopember 2016. Dirinya terkejut saat orangtuanya datang ke rumahnya dan mengatakan ada petugas mengaku dari PLN datang ke rumah dan ingin mengganti kilometer.

Mengetahui kabar dari orangtuanya ini, Rio pun langsung mengecek kebenaran tersebut dan mendatangi rumah orangtuanya yang tidak jauh dari kediamannya.

Benar saja, di kediaman orangtuanya telah duduk seorang yang mengaku dari petugas PLN Rayon Panam dan menjelaskan bahwa kilometer pascabayar yang ada di rumah orangtuanya ini harus diganti dengan yang baru karena yang lama sudah habis kontrak.

"Tidak ada tambah daya, tetap sama dengan yang lama, hanya ganti kilometer saja. Kalau tidak diganti, abang tidak bisa pakai lagi karena tidak bisa diisi pulsa lagi, cobalah kalau tidak percaya, taruhan lima puluh ribu kita kalau masih bisa isi pulsa kilometer ini," ucapnya meyakinkan sambil memperlihatkan dokumen dan kilometer baru yang akan dipasang, Sabtu 12 Noppember 2013 lalu.

Rio dan keluarganya pun mempertanyakan apakah pergantian ini gratis atau berbayar, petugas itu pun sambil sedikit senyum mengatakan terserah. "Terserah abang aja lah, gratis boleh, kasih uang rokok pun boleh," ujarnya.

Rio merasa ada yang aneh dan meminta ketegasan, apakah gratis atau berbayar. "Ndak bisa gitu bang, pastikan saja apakah gratis atau memang berbayar?" tanya Rio. Kemudian petugas itu menjawab, "Kasih uang rokok aja lah," pinta sang petugas.