PEKANBARU -- Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru memanggil manajemen PLN Area Pekanbaru untuk menggelar rapat guna mempertanyakan kondisi kelistrikan yang mengakibatkan terjadinya pemadaman tak menentu beberapa hari belakangan.
Hearing ini dilaksanakan DPRD Kota Pekanbaru di ruang rapat Banmus, Kamis 10 Nopember 2016. Hearing dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Amriel, didampingi anggota lainnya seperti Wan Agusti, Mulyadi AMd, Ruslan Tarigan ST, Zaidir Albaiza, Puji Daryanto, dan Ali Suseno.
Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono yang diketahui bahwa beliau sebelum duduk di DPRD Kota Pekanbaru juga pernah bekerja di PLN. Sementara dari PLN hadir Manager Area Pekanbaru Laode didampingi pejabat penting lainnya di PLN Area Pekanbaru.
Dalam Hearing ini, Roni Amriel langsung memaparkan berbagai persoalan pemadaman listrik yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat, termasuk juga menyinggung kinerja PLN yang dinilai belum maksimal bahkan semakin menurun.
"Kita sangat sayangkan pemadaman bergilir ini, bahkan kita di dewan tidak pernah dilibatkan terkait kondisi ril yang terjadi, seharusnya beri informasi secara konperehensif ke kami kalau perlu per dapil (daerah pemilihan, red), dan sosialisisasikan kepada masyarakat terkait pemadaman ini," kata Roni mengawali rapat.
Selain itu, Roni juga meminta kepastian dari pihak PLN sampai kapan pemadaman harus terjadi, dan bentuk tanggungjawab PLN kepada masyarakat seperti apa. Karena munurut Roni hingga saat ini ketika listrik padam, masyarakat tidak dapat kontribusi dari pihak PLN, sementara ketika masyarakat telat melakukan pembayaran jaringan listrik langsung diputuskan.
Demikian pula dikatakan Pimpinan DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwo ST. Dimana Sigit meminta kepada pihak PLN untuk tidak melakukan pemadaman di saat beban puncak pemakaian.
"Kasihan masyarakat, waktu shalat Maghrib mati lampu, kalaupun ada pemadaman informasikan ke masyarakat agar pengurus mushala dan masjid bisa menyediakan genset segala macamnya," pintanya.



