PEKANBARU -- Tim Pemenangan Bibra-Said (BISA) melakukan apel siaga simpatisan, Kamis 27 Oktober 2016 untuk mengawal sidang sengketa Pilkada di Kantor Panwaslu Pekanbaru besok, Jum'at 28 Oktober 2016.
Apel siaga ini dirangkai dengan acara silaturahmi dengan kader dan simpatisan PDIP yang ada di Kota Pekanbaru. Ratusan kades dan simpatisan hadir di apel siaga itu yang digelar di Kantor DPC PDIP Pekanbaru di Senapelan. Acara ini guna merapatkan barisan mengawal sidang sengketa pilkada yang akan dilangsungkan besok Jum'at.
Tim menargetkan akan mendatangkan seribuan kader dan simpatisan dalam mengawal rapat di Panwaslu. Hal ini diaminkan Tim Relawan BISA, Doni Herman di sela-sela acara tersebut. "Target kita seribu kader dan simpatisan akan mengawal sidang besok," ungkapnya.
Demikian pula disampaikan salah seorang pengacara tim Ridwan Comeng, bahwa apel siaga ini sebagai upaya mengawal sidang Panwaslu yang tengah memperjuangkan laporan tim BISA dalam sengketa penetapan calon peserta Pilkada oleh KPU Pekanbaru.
"Kegiatan ini adalah apel siaga, untuk mengumpulkan kader dan simpatisan untuk mengawal sidang besok di Panwaslu," terang Ridwan.
Sementara, Ketua DPC PDIP Pekanbaru Robin P Hutagalung dalam arahannya mengatakan, bahwa dirinya sangat bangga melihat apa yang ada di hadapannya saat acara itu, karena para kader dan simpatisan begitu antusias memperjuangkan BISA untuk tetap bisa maju di Pilkada Pekanbaru.
"Saya melihat banyak ibu-ibu di sini, saya yakin dan percaya para ibu-ibu ini ingin sekali melihat langsung walikota mereka dan sampai di rumah akan menceritakan bahwa memang pantas mereka ini menjadi walikota," tutur Robin disambut tepuk tangan hadirin.
Dastrayani Bibra dalam pidatonya menjelaskan, bahwa perjalanan ini memang berliku dan penuh hambatan. Namun kepada kader diminta tidak berputus asa, karena semuanya bisa diatasi.
"Tidak ada halangan yang tidak bisa kita lalui. Masalah ini bukan persoalan besar, pasti ada jalan keluarnya. Besok kita harus mengawal persidangan Panwaslu yang ingin memperjuangkan kita atas keputusan KPU yang menggagalkan kita ikut pilkada. Kita ingin menjadi pemain inti, partai ini terbesar, termasuk 2 partai terbesar di Indonesia. Memang jalan kita tidak mudah, ini hambatannya dan kita lalui, Insya Allah ada jalan keluar yang kita lakukan. Jangan sampai di luar bilang tidak bisa, tidak ada yang tidak mungkin, peluang kita masih besar," tegasnya.



