BAGANSIAPIAPI -- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 TNI dilingkungan Makodim 0321 Rokan Hilir (Rohil) diperingati secara sederhana sesuai dengan kearifan lokal. Hal ini sesuai perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,agar HUT TNI tahun ini tidak dilaksanakan secara terpusat dengan menampilkan upacara parade, defile dan demonstrasi atraktif para parajurit maupun alutsista TNI, tetapi upacara dilaksanakan ditingkat daerah secara sederhana.
Demikian dijelaskan Dandim 0321 Rokan Hilir, Letkol Arh Bambang Sukisworo saat membacakan pidato resmi panglima TNI saat dirinya menjadi pembina upacara di depan Makodim 0321 Rokan Hilir, Rabu 5 Oktober 2016, turut dihadiri oleh Bupati Suyatno, Ketua DPRD Nasrudin Hasan, Kapolres AKBP Henry Posma Lubis, SIK, MH, Ketua Pengadilan Negeri Rokan Hilir, Agustinus Asgari Mandala Dewa, SH, MH, Kejari Rokan Hilir, Bima Suprayoga, SH, M.Hum, Plt Sekda Drs. Surya Arfan, M.Si, keluarga besar TNI, Polri dan OKP (Pemuda Pancasila, IPK dan FKPPI).
Dandim 0321 Letkol Arh Bambang Sukisworo usai membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dilanjutkan syukuran dengan pemotongan tumpeng, diberikan kepada salah seorang prajurit tertua Syafri yang akan memasuki masa pensiun, serta menampilkan atraksi serta penampilan pemenang lomba vocal group, puisi serta penyerahan sejumlah hadiah.
Dandim Letkol Arh Bambang Sukisworo mengatakan, sesuai perintah Panglima TNI, HUT TNI ke-71 dilaksanakan secara sederhana didaerah masing-masing sesuai kearifan lokal. Yang dilakukan di Rohil, bakti sosial, perlombaan seni, budaya, olahraga, didukung semua komponen.
Sesuai arahan Panglima TNI kemudian perhatian untuk kesejahteraan prajurit yakni berupa pembangunan rumah susun dan pembangunan rumah sederhana yang bakal dibayar secara angsur. Kemudian diingatkan juga, setiap prajurit menjaga marwah TNI dari tindakan sekecil apa pun merusak citra intitusi sebagai tentara pejuang.
"TNI harus peka terhadap hal-hal sosial dalam berbagai kegiantan masyarakat. TNI tidak boleh arogan,dengan meletakan kepentingan pribadi tanpa melihat orang disekitar,Sebaliknya, seluruh prajurit juga diminta mewaspadai berbagai bentuk hal-hal bisa menimbulkan ancaman keamanan" papar Dandim.
Sementara itu, Bupati Suyatno dalam sambutannya mengatakan, TNI tugasnya banyak, mulai dari membebaskan sandera oleh Abu Sayaf, operasi militer di Poso, berkat kesigapan, kelompok-kelompok teresebut bisa diberantas.
Masyarakat menurut Suyatno ingin bersandar kepada TNI dan Polri,sebab TNI dan Polri garda terdepan mempertahankan NKRI. “Sebagai masyarakat tidak lepas begitu saja, sama-sama bertanggung jawab, harus ada koordinasi menciptakan rasa aman,” ujarnya
Dikatakan Bupati bahwa TNI akan terus menjadi pelindung negara dan masyarakat dari bentuk ancaman apa pun. Baik dari dalam terlebih dari luar. TNI akan berdiri kokoh demi harga diri bangsa dan negara demi kedaulatan.**(zai)



