BENGKALIS -- Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dumai-Propinsi Riau dan Forum dumai, mempertanyakan dasar rencana pemberhentian kepemimpinan, Indrawan Sukmana sebagai ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bengkalis, berdasarkan mekanisme dan atau sistem tak berjalan sesuai AD/ART dengan fungsi masing-masing tanggungjawab.?
“Pemberhentian karena kebencian dan atau ketidak sukaan atau karena tidak mendapat duit dari partai atau duit dimosikan duduk sebagai wakil rakyat,” tanya ketua Koalisi LSM Dumai-Riau Hasbi kepada wartawan, Ahad 4 September 2016.
Dikatakan Hasbi, sesuatu hal yang harus diselidiki sebenar-benarnya dan keadilannya dan bukan karena ketidak sukaan dan kebencian, keegoan diri masing-masing mengaku paling benar, bersih dan tidak punya “dosa”.
“Marilah saling intropeksi diri kita berpolitik, saling berteman, bersahabat dan terima kasih sesama anggota, bukan saling mencegal dan membinasakan sesama anggota partai itu,”saran Forumdumai.
Seperti diberitakan media ini, bahwa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Propinsi Riau harus tegas menindak kader yang melanggar AD/ART Partai. Demikian disampaikan 8 (delapan) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Se-Kabupaten Bengkalis, dan sejumlah Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Bengkalis melalui mosi tak percaya terhadap kepemimpinan, Indrawan Sukmana selama menjabat sebagai ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bengkalis.
Menurut Tk Juhri, mosi tak percaya yang disampaikan secara tertulis oleh 8 PAC Partai Gerindra Se-Kabupaten Bengkalis kepada DPD Partai Gerindra Propinsi Riau, untuk ditindak lanjuti dan mengambil tindakan sesuai AD/ART Partai.
“Saya mengingatkan, jangan sampai partai Gerindra Kengkalis yang telah mendapat kepercayaan dari masyarakat, dan mendapat 4 kursi di DPRD Bengkalis, Partai Gerindra “bubar jalan”,”ungkap Tk. Juhri kepada wartawan, Senin 5 September 2016.
Begitu juga Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Bengkalis, Syamsuddin, disapa Udin Pirang mengatakan, bahwa pernyataan 8 PAC Partai Gerindra semuanya telah memiliki SK PAC Partai Gerindra sebagaimana yang dikhawatirkan Indrawan Sukmana dalam tayangan terdahulu. “Bahwa ada beberapa PAC yang belum memiliki SK PAC, hal itu tidak benar dan berlebihan, karena semua PAC sudah memiliki SK Pengangkatan,”tandas Syamsuddin.
Dikatakannya, desakan Mosi tak percaya terhadap kepemimpinan Indrawan Sukmana disampaikan dalam rapat internal partai, dipimpin Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bengkalis, Tk. Juhri yang didampingi pengurus DPC Partai Gerindra lainnya, Jumat pekan lalu di Conford Hotel Jl. Jend. Sudirman Dumai.
Bahwa 8 (delapan) PAC Partai Gerindra Se-Kabupaten Bengkalis telah menanda tangani mosi tak percaya, yang intinya mendesak DPD Partai Gerindra Propinsi Riau, agar Indrawan Sukmana diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bengkalis.
“DPD Partai Gerindra Propinsi Riau diminta untuk sementara menunjuk carteker dari kader partai Gerindra Bengkalis sebagai pengganti Indrawan Sukmana. Penujukan carteker tersebut agar roda organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya, sehingga tidak terjadi kevakuman,”ujar Tk. Juhri yang diamini Udin Pirang.
Dijelaskannya, mosi tak percaya disampaikan ketua dan sekretaris PAC Partai Gerindra Kecamatan Pinggir, Mandau, Bengkalis, Bantan, Siak Kecil, Bukit Batu, Rupat Utara, Rupat. “Alasan mosi tak percaya yang disampaikan 8 PAC Partai Gerindra Bengkalis, bahwa Indrawan Sukmana selama menjabat sebagai ketua DPC Parai Gerindra Kabupaten Bengkalis, tidak melaksanakan kewajibannya terhadap partai sebagaimana diatur dalam AD/ART Partai,”ungkap Tk Juhri.
“Mosi tak percaya terhadap Indrawan Sukmana sudah kesekian kalinya, namun tidak ditanggapi oleh kepengurusan DPD Partai Gerindra Propinsi Riau yang lama, mosi tak percaya terhadap kepemimpinan Indrawan Sukmana “ini kali yang terakhir,”ungkap Tk Juhri
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bengkalis, Indrawan Sukmana ST ketika dikonfirmasi, Senin(05/9/2016), melalui pesan singkat untuk mengklarifikasi terkait Mosi Tak Percaya tersebut, namun hingga berita ini ditayangkan, tidak menjawab.**(fer)



