PEKANBARU -- Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Kota Dumai Resti Nur Fauziah, ukir prestasi ditingkat nasional, Ia yang tampil mewakili Riau pada Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) tingkat Nasional siswi di Manado, meraih juara 1.
Prestasi ini menambah sederetan prestasi yang diukir Resti sebelumnya, karena Ia mengaku juga telah meraih juara 3 bidang lomba Nyanyi Solo pada tahun 2015, dantahun 2014, juara harapan bidang lomba Baca Puisi.
Resti yang sekarang baru duduk dibangku SLB tingkat SMP ini berjanji
akan terus memperahankan juaranya tahun depan. Meski sebagai anak disabilitas (Tuna Netra), tidak akan menghalangi dirinya untuk bisa meraih prestasi demi daerah serta nusa dan bangsa.
"Saya tidak menyangka akan meraih juara 1. Karena peserta dari Provinsi lain sangat hebat-hebat. Tapi Alhamdulillah difinal saya dipilih oleh dewan juri menjadi juara 1. Tahun depan saya akan berusaha memperahankan juara ini," kata Resti, saat baru pulang ke Pekanbaru dari Manado, Jumat 2 September 2016 kemarin.
Tahun ini untuk FLS2N PKPLK, bukan resti saja yang berhasil mengharumkan nama Riau dikancah nasional. Tetapi peserta lain dari bidang lomba Seni Lukis, Mella Amanah, juga meraih juara 3. Berka semangat tinggi Mella siswi SLB Kota Pekanbaru itu bisa menyingkirkan lawan lawannya sampai ketingkat nasional.
Kepala Bidang (Kabid) PKLK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau, Dewi Sartika mengaku sangat bangga dengan prestasi dan semangat anak anak ini. Kekurangan secara fisik tidak mengambat semangatnya untuk mengharumkan nama daerah.
Sebagai penghargaan kepada pejuang bidang seni ini, Pemprov Riau akan memberikan uang sebesar Rp7 juta untuk peraih medali emas (Juara 1) dan peraih Perunggu (Juara 3) sebesar Rp5 juta. Kemudian pemenang juga dapat reward lain sebagai tambahan dari Pemprov dan Pemerintah daerah masing-masing.
"Hampir setiap tahun kita berhasil menjadi juara dibidang PKLK ditingkat nasional. Diharapkan, selain pemerintah, tenaga pendidik juga harus bisa mendorong dan mendukung keahlian anak. Sehingga mereka mampu menguasai kelebihan yang dimilikinya dengan baik," kata Dewi.**(mad)
Prestasi ini menambah sederetan prestasi yang diukir Resti sebelumnya, karena Ia mengaku juga telah meraih juara 3 bidang lomba Nyanyi Solo pada tahun 2015, dantahun 2014, juara harapan bidang lomba Baca Puisi.
Resti yang sekarang baru duduk dibangku SLB tingkat SMP ini berjanji
akan terus memperahankan juaranya tahun depan. Meski sebagai anak disabilitas (Tuna Netra), tidak akan menghalangi dirinya untuk bisa meraih prestasi demi daerah serta nusa dan bangsa.
"Saya tidak menyangka akan meraih juara 1. Karena peserta dari Provinsi lain sangat hebat-hebat. Tapi Alhamdulillah difinal saya dipilih oleh dewan juri menjadi juara 1. Tahun depan saya akan berusaha memperahankan juara ini," kata Resti, saat baru pulang ke Pekanbaru dari Manado, Jumat 2 September 2016 kemarin.
Tahun ini untuk FLS2N PKPLK, bukan resti saja yang berhasil mengharumkan nama Riau dikancah nasional. Tetapi peserta lain dari bidang lomba Seni Lukis, Mella Amanah, juga meraih juara 3. Berka semangat tinggi Mella siswi SLB Kota Pekanbaru itu bisa menyingkirkan lawan lawannya sampai ketingkat nasional.
Kepala Bidang (Kabid) PKLK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau, Dewi Sartika mengaku sangat bangga dengan prestasi dan semangat anak anak ini. Kekurangan secara fisik tidak mengambat semangatnya untuk mengharumkan nama daerah.
Sebagai penghargaan kepada pejuang bidang seni ini, Pemprov Riau akan memberikan uang sebesar Rp7 juta untuk peraih medali emas (Juara 1) dan peraih Perunggu (Juara 3) sebesar Rp5 juta. Kemudian pemenang juga dapat reward lain sebagai tambahan dari Pemprov dan Pemerintah daerah masing-masing.
"Hampir setiap tahun kita berhasil menjadi juara dibidang PKLK ditingkat nasional. Diharapkan, selain pemerintah, tenaga pendidik juga harus bisa mendorong dan mendukung keahlian anak. Sehingga mereka mampu menguasai kelebihan yang dimilikinya dengan baik," kata Dewi.**(mad)



