DBD Terus Renggut Nyawa, Dewan Imbau Warga Tidak Hanya Berharap Kepada Pemerintah
Minggu, 28 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Sepanjang tahun 2016 ini sudah 10 nyawa warga Kota Pekanbaru melayang diakibatkan serangan DBD. Dan hampir semua kecamatan di Pekanbaru menjadi daerah endemi DBD. Jika di rangking, wilayah Payung Sekaki menjadi wilayah terbanyak kasusnya.
Menanggapi hal itu Anggota DPRD Kota Pekanbaru mengimbau warga agar tidak berharap kepada pemerintah dalam menangulangi mengganasnya DBD yang mematikan. Warga diminta menyelamatkan diri masing-masing.
"Kepada masyarakat kita imbau untuk bisa hidup bersih, yang dimulai dari lingkungan rumah sendiri. Ini demi kesehatan keluarga. Kita tidak bisa juga berharap penuh dari Pemerintah, dan memang perlu kesadaran diri memang," ucap Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Jhon Romi Sinaga SE, Ahad 28 Agustus 2016.
Selain itu, Romi mengajak agar masyarakat di seluruh kecamatan sampai ke RT/RW untuk kembali menggalakkan budaya gotong royong. Karena dengan bersih-bersih lingkungan, tidak bisa hanya menunggu dari Dinas saja, tapi perlu peran aktif dari masyarakat.
"Bergotong royong untuk bersih-bersih lingkungan juga harus dijadwalkan rutin, semua ini bisa mengurangi bahaya DBD," tuturnya.
Disebutkan Romi juga, soal fooging itu perlu dilakukan dan diminta kepada Pemerintah, akan tetapi kalau tidak dimulai dari kebersihan rumah dan lingkungan sendiri juga tidak berarti apa-apa.
"Mari sayangi keluarga kita dengan hidup bersih dari ancaman DBD ini, yok, kita mulai dari sekarang jika tidak mau keluarga kita terkena DBD," harapnya.
Namun demikian, Romi juga menegaskan, agar Dinas Kesehatan, dan juga seluruh Puskesmas yang ada untuk bisa lebih aktif lagi menyuarakan dan mensosialisasikan dampak lingkungan kotor, dan juga lakukan edukasi dan juga pencegahan dengan menerapkan 3M itu.
"Dinas harus kasih contoh lah, sosialisasi terus dan lakukan langkah-langkah pencegahan setiap saat. Maka itu kepada Dinas kita lebih proaktif lah," tegasnya.**(dwi)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap Masih Pekat
Kuansing Kekurangan Masker
Gaungriau.com -- Kondisi Udara di wilayah Kuantan Singingi sangat tidak sehat sementara kabut asap hingga kini bukannya berkurang malahan semakin pekat hinggta kemampuan jarak pandang hanya lebih kurang 50 atau 80 meter saja. Kondisi tersebut telah terasa mengganggu pernapasan dan membuat mata terasa perih. Namun untuk menghindari…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Plt Gubernur Ajak PNS dan Masyarkat Shalat Istisqo
Gaungriau.com -- Kondisi udara di Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru pada khususnya terus memburuk dikarenakan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), ini dikarenkan musim kemarau yang melanda Provinsi Riau dalam beberapa bulan terakhir. Agar Allah Swt menurunkan rahmatnya berupa hujan, Plt Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman mengajak seluruh…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kudus: Pemerintah Harus Tegas Tangani Asap
Gaungriau.com -- Pengamat tranportasi Univertsitas Islam Riau (UIR) H Abdul Kudus Zaini ST. MT menilai kebakaran hutan di Riau tidak hanya menimbulkan kerugian dari sektor ekonomi, namun juga dari sektor pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup. Kebakaran hutan mengakibatkan kabut asap hampir 80 persen menyelimuti pulau Sumatera ini telah menimbulkan kerugian…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satpol PP Pekanbaru Kurangi Kegiatan Diluar Ruangan
Gaungriau.com -- Tidak ingin mengambil resiko terlalu jauh yang akan berdampak pada kesehatan akibat kabut asap. 60 persen dari kegiatan diluar ruangan personel Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru dikurangi. Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan, kebijakan mengurangi aktivitas diluar ruangan dikarenakan kondisi…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Evakuasi Masyarakat, Pekanbaru Sudah Tidak Layak Huni
Gaungriau.com -- Riau telah ditetapkan berstatus Darurat Pencemaran Udara. Puskesmas dan rumah sakit diinstruksikan buka 24 jam. Status Siaga Darurat Darurat Karlahut menjadi Keadaan Darurat Pencemaran Udara. Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amril SH, menyebut Kota Pekanbaru sudah tidak layak untuk dihuni lagi. DPRD minta agar…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap Bertambah Pekat
Bupati Syamsuar Tunda Lomba Foto dan Pameran Ekraf TdS
Gaungriau.com -- Suasana ceria di lapangan Tengku Maharatu Senin 14 September 2015 mendadak hening seketika, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi yang dijadwalkan akan membuka Lomba Foto dan Pameran Ekraf Touer de Siak (TdS) 2015 tiba-tiba mengumpulkan panitia pelaksana dan memberikan arahan. "Terimakasih atas ikhtiar saudara-saudara mempersiapkan…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penderita ISPA Di Bengkalis Capai 1488 Orang
Gaungriau.com -- Jumlah penderita Infeksi Saluran Penyakit Atas (ISPA) di Kabupaten Bengkalis mencapai 1488 orang dari tanggal 1 September hingga saat ini, hal ini dikarenakan akibat kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Bengkalis dalam sepekan ini, ditambah lagi tingginya Indeks Standar Pencemaran Uidara (ISPU) yang sudah mencapai level berbahaya.…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Walikota Firdaus Akui Pekanbaru Tak Layak Untuk Dihuni
Gaungriau.com -- Bencana kabut asap yang tebal akibat dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengakibatkan kota bertuah sudah tidak layak untuk ditempati dan sudah seharusnya masyarakatnya diungsikan. Pasalnya berdasarkan data BMKG saat ini, kategori udara di Pekanbaru sudah diatas berbahaya. Walikota Pekanbaru, Firdaus MT secara terang-terangan mengakui…





