SIAK -- Sebanyak enam fraksi di DPRD Kabupaten Siak menyampaikan pandangannya terkiat Laparan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) kepala daerah tahun anggaran 2015 pada rapat paripurna Dewan yang dipimpin lansung oleh Ketua DPRD Siak Indra Gunawan SE, Rabu 3 Agustus 2016.
Kritikan dan masukan dari masing-masing fraksi menghiasi pandangan umum tersebut. Fraksi PAN Plus lewat juru bicaranya Sujarwo mengatakan, jika bercermin dari kinerja laporan keuangan, Fraksi PAN memberi apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang telah berhasil merealisasikan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak yang telah mencapai 109,29%. Begitu juga dengan keberhasilan Pemerintah Daerah dalam meraih WTP berturut-turut selama lima tahun.
Tapi disisi lain, masih terdapat kelemahan. Karena masih belum terserapannya aspirasi masyarakat secara maksimal. Baik melalui proses musyawarah perencanaan pembangunan dan juga hasil reses anggota dewan.
"PAN Plus memandang kondisi penurunan penerimaan utamanya dari minyak dan gas saat ini diperkirakan hingga beberapa tahun kedepan. Untuk penyesuaian kekuatan anggaran jurus rasionalisasi anggaran menjadi salah satu penentu untuk menerapkan pembangunan skala prioritas," Kata Sujarwo.
Sementara, Fraksi Gerindra Plus yang disampaikan oleh Androy Aderianda SH MH CLA menyampaikan secara umum terhadap pelaksanan APBD Tahun anggaran 2015 yang telah dianggarkan sebesar Rp2,141 Triliyun lebih dan realisasi yang dicapai sebesar Rp 1,839 Triliyun atau sebesar Rp85,88% dari target anggaran. Angka ini dinilai sebagai suatu capaian yang cukup signifikan.
Pun begitu, Fraksi Gerindra Plus berharap kedepan tidak ada lagi BUMD yang secara terus menerus merugi. Sementara kucuran dana berupa penyertaan modal dari Pemerintah Daerah sudah cukup banyak.
"Angka yang sudah disalurkan ini bak pohon yang ditanam sudah banyak pupuknya, namun tidak berbuah. Oleh sebab itu, terhadap keberadaan BUMD ini jika tidak ada kontribusinya perlu ditinjau ulang lagi," sebut Androy.



