BAGANSIAPIAPI -- Ribuan guru honor di tiga di Rohil yakni, Kecamatan Batu Hampar, Kecamatan Bangko dan Kecamatan Sinaboi dikumpulkan, Selasa 2 Agustus 2016 di GOR Batu 6 guna di verifikasi terkait turunnya nilai APBD Rohil tahun 2016.
Dengan alasan tersebut diyakini, Pemkab Rohil berencana merumahkan guru honor karena semakin merosotnya APBD sekaligus memberikan shock terapi. Plt Sekda Drs Surya Arfan MSi, langsung memberikan penjelasan kepada ribuan guru, dan berharap agar guru tersebut maklum rencana pemerintah untuk merumahkan guru honor yang saat ini berjumlah lebih 6.000 orang yang dianggap terlalu membebankan anggaran.
Menurut Plt Sekda H Surya Arfan, verifikasi dan sosialisasi tersebut dilakukan untukk yang kesekiankalinya terahadap tenaga honor,"kebetulan hari ini untuk tenaga honor tenaga pendidik dan kependidikan kita, untuk Bangko, Sinaboi dan Batu Hampar. Jumlahnya 1.300 orang,"ujar Surya Arfan diwawancara usai acara.
Ia mengaku telah menyampaikan kebijakan, terkait APBD semakin tahun semakin berkurang, sedangkan beban untuk tenaga honor semakin meningkat. “Untuk membiayai seluruh honorer saja Rp187 miliar setahun. Untuk tenaga pendidik dan kependidikan Rp107 miliar setahun,†jelasnya.
Dijelaskan mantan Kadisdik Rohil ini,bahwa dana yang dialokasikan untuk Dinas Pendidikan hanya sebesar Rp 118 miliar, berarti tinggal Rp 9 miliar, Rp 9 miliar ini akan dialokasikan untuk membiayai putra-putri Rohil yang sedang kuliah pada sejumlah perguruan tinggi.
"Otomatis kalau dana kita tidak bertambah, kalau APBD kita Rp1,2 triliun nantinya, 2017, Dinas Pendidikan akan duduk-duduk manis saja nantinya satu tahun, tidak ada kegiatan apapun yang kita lakukan, hanya pelayanan saja,Oleh karena itulah, Pemkab Rohil mencoba melakukan evaluasi ulang dan memverfikasi ulang tentang keberadaan guru-guru honor, untuk mengetahui sejauh mana efektivitas mereka,"jelasnya.
"Kalau mereka tidak mengajar, untuk apa kita pertahankan, maka dari itu, kami yakin dari kabupaten, kita melakukan shock terapi saja, tak mungkin melakukan pengawasan sampai kebawah tanpa dibantu oleh kepala-kepala sekolah,"ujarnya.
Surya Arfan mengingatkan kepala sekolah jangan coba-coba bermain mata dengan guru honor, kalau mereka tidak efektif mengajar lagi, laporkan, maka akan segera diberhentikan. Laporkan ke kita, kita akan berhentikan, dan tidak ada pengganti. Ingat itu, tidak ada pengganti,"tegasnya.
Menurut Surya guru sangat dibutuhkan,Guru merupakan pilar yang sangat menentukan sehingga perlu kepedulian dan komitmennya.
Ketika ditanya berapa jumlah guru honor yang bakal dirumahkan, Surya memperkirakan tidak banyak."Tak banyak, saya kira ini akan jadi penyakit, sedikit ini akan jadi penyakit nanti, sedikit kalau tidak kita obati, akan membesar dia, makanya saya membuat shock terapi ini, agar mereka menyadari semua, kita sudah dibayar pemerintah, tidak main-main untuk mengajar,"katanya.
Sementara itu kepala SMPN I Bangko Bagansiapiapi H Bustami SPd,pada saat verifikasi ini dari sekolah yang ia pimpin 20 orang yang mengikutinya.10 orang guru,dan 10 orang lagi tenaga TU,"tambahnya.**(zai)



