TEMBILAHAN -- Untuk memotivasi warga muslim untuk menjalankan shalat subuh di mesjid secara berjamaah, Pemkab Inhil membuat program untuk memberikan jatah sarapan bagi setiap warga yang shalat di mesjid.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Kabupaten HM Wardan melalui Kabag Kesra Setdakab Inhil, Kamis 28 Juli 2016. Dikatakannya, ini salah satu terobosan baru yg merupakan bentuk keseriusan Pemkab Inhil untuk bagaimana mengembalikan marwah yang sudah di kenal sejak dulu dengan motto Tembilahan kota Ibadah.
"Bupati sangat prihatin dengan kondisi jemaah mesjid saat ini, terutama waktu subuh. Padahal kita tahu semua bagaimana besarnya fadilah/pahala bagi yang kemesjid dan shalat subuh berjamaah," katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, beliau terpanggil untuk melakukan terobosan ini. "Meski berat dan penuh tantangan namun tetap harus dicoba. Untuk saat ini baru dikhususkan dulu di mesjid YAMP yang berada di lingkungan kantor Bupati Inhil," tambahnya.
Dengan memberi jatah sarapan, diharapkan setelah shalat dan tausiah subuh dengan harapan jemaah shalat subuh di mesjid YAMP akan semakin ramai. "Kami akan memberikan jadwal bagi mubalig untuk menyampaikan tausyiah," katanya.
Dan dengan program ini, terbuka peluang bagi para darmawan yang berkelebihan rezki dan ingin berbagi dengan jamaah.
"Yuk kita shalat subuh berjemaah, khusus disubuh jum'at di mesjid YAMP kantor bupati akan dillakukan sujud sajadah. Setelah shalat akan dilaksanakan tausyiah/renungan fajar dan di lanjutkan dengan sarapan pagi bersama," imbuhnya.**(suf)



