PELALAWAN -- Sebagai bentuk konsistensi dalam menerapkan kedisiplinan sekaligus evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menggelar rapat monitoring evaluasi realisasi fisik dan keuangan tahun anggaran 2016. Rapat  dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan MM diruang Audiotorium kantor Bupati Pelalawan, Rabu 27 Juli 2016.

Dalam rapat tersebut, satu persatu pimpinan SKPD dan Camat menyampaikan laporan terkait realisasi fisik dan keuangan hingga akhir Juni 2016. Selain itu, pada rapat  juga dibahas permasalahan yang sedang dihadapi SKPD untuk segera dicari solusinya. Memasuki triwulan ke III, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan untuk keuangan dan fisik pada masing-masing SKPD belum mencapat target yang diinginkan.

Zardewan mengatakan, bahwa realisasi keuangan hingga Juli 2016 baru sebesar 33,11 persen atau sekitar Rp 629.413 Milyar, sedangkan fisik baru mencapai 34,92 persen dari total belanja APBD 2016 Rp 2.157 Triliyun. Dengan  masih rendahnya realisasi APBD Pelalawan, menandakan capaian masih belum memenuhi harapan sesuai target yang sudah disepakati bersama yakni untuk keuangan 53,94 persen dan fisik 54,58 persen.

"Untuk itu, saya meminta kepada semua SKPD untuk fokus dan serius dalam menggesa dan mempercepat realisasi anggaran dengan cara mempercepat pengadaan baran/jasa khususnya melalui pelelangan umum maupun pengadaan langsung/swakelola dengan tetap memperhatikan anggaran yang sudah dirasionalisasikan oleh TAPD beberapa waktu yang lalu. Kegiatan yang sudah dijadwaljan terlaksana untuk segera dilaksanakan sesuai dengan anggaran kas dan rencana target yang telah disusun dengan memperhatikan ketersedian waktu pelaksana paling lambat sampai dengan akhir Drsember seluruh fisik lapangan sudah harus diselesaikan,"terangnya.

Dari angka tersebut,mantan Sekda Pelalawan ini mengatakan, realisasi Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar Rp 307.983 Milyar atau 40,98 persen dari anggaran Rp 751,55 Milyar. Sementara realisasi Belanja Langsung (BL) sebesar 22,87 persen dari anggaran Rp. 1,405 Triliun.

"Realisasi yang masih kecil dan masih jauh dari target yang ditetapkan oleh masing-masing SKPD kita mengingatkan, kalau saat ini sudah masuk semester kedua atau triwulan ketiga tahun anggaran 2016. Mudah-mudahan serapan anggaran diakhir tahun nanti bisa sesuai target diatas 80 persen, mengingat tahun anggaran 2015 lalu realisasi keuangan APBD 2015 mencapai 80,53 persen secara keseluruhan,"jelasnya.

Ketika ditanyakan dinas mana yang belum mencapai target, Drs H Zardewan menambahkan, bahwa dari rapat tadi, ada beberapa SKPD yang belum mencapai target realisasi anggaran maupun realisasi fisik, salah satunya adalah Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Dimana anggaran belanja langsung pada dinas terkait mencapai Rp 20.905 Milyar, sedangkan realisasi belanja langsung sampai bulan Juni hanya Rp 4.362 Milyar atau sekitara 20,87 persen. Padahal rencana target yang harus kejar dari anggaran sebesar 77,39 persen, sehingga ada deviasi sebesar  56,52 persen.

"Tahun ini merupakan tahun terakhir dari pencapaian target indikator RPJMD Kabupaten Pelalawan 2011-2016 dan tahun terakhir pelaksanaan beberapa paket pekerjaan kontrak multiyear atau tahun jamak. Maka dari itu, saya menghimbau kepada SKPD yang belum mencapai target RPJMD pada akhir tahun ini untuk berkoordinasi dengan tim pengendalian pelaksanaan program strategis pembangunan Kabupaten Pelalawan yang telah dibentuk dan koordinir oleh Wakil Bupati, Sekda, Asisten dan Kepala Bappeda. Tim ini nantinya akan mengundang SKPD terakait dengan pencapaian tujuh program strategis ini secara berkala dan kontinyu setiap bulannya,"tutupnya.**(ham)