PEKANBARU -- Menanggapi kekhawatiran masyarakat terhadap daging beku program pemerintah pusat untuk menstabilkan harga daging di pasaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru sudah meminta ke pihak Bulog Wilayah Riau dan Kepri untuk menjemput Surat keterangan terhadap Daging tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, kepada wartawan Rabu 15 Juni 2016, menyayangkan terjadi silang pendapat di masyarakat. Bahkan ada yang mengatakan daging yang dijual mengandung lemak, dan tidak layak untuk dikonsumsi.
"Itu yang kita sesalkan. yang dijual ini bukan daging sapi potong dari Australia, tapi memang sapi Australia tapi dipotong di Indonesia, saya berani jamin ini halal, ada sertifikat halal dari MUI dari BPOM juga ada. Dan saya sudah minta kepada bulog untuk mengambil surat keterangan kesehatan daging di di pusat sana, " tegasnya.
Di juga mengimbau anggota dewan yang pernah berkomentar soal daging, juga masyarakat agar percaya bahwa yang dijual itu layak untuk dikonsumsi.
"Kita juga tidak mau mesyarakat mengkonsumsi yang seharusnya tidak boleh dimakan. Memang betul itu ada lemaknya. Daging di Australia itu ada tiga kelompok, pertama namanya Thang yang kualitasnya nomor satu, ada namanya Knuckle untuk steak, dan blade ini yang dibuat untuk rendang. Di Australia blade ini memang tidak dimakan karena ada lemaknya," papar Irba.**(saf)



