BANGKINANG -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kampar meminta mubaligh yang berceramah selama bulan suci ramadhan ini untuk menyampaikan pentingnya mengeluarkan zakat mal. Sebab kesadaran orang kaya dalam memberikan zakat masih tergolong rendah, karenanya mubaligh diminta perannya dalam menyampaikan hal tersebut.
Hal itu dikatakan ketua Baznas Kabupaten Kampar Ir H Basri Rasyid MM MT didampingi wakil ketua Abazua Anwar SAg MAg, Rabu 15 Juni 2016. Menurut Basri Rasyid yang juga mantan Kadis PU Bina Marga kabupaten Kampar ini, perolehan zakat mal masih dinilai rendah bila dibandingkan dengan rata-rata penghasilan orang kaya di Kabupaten Kampar. Padahal zakat mal ini termasuk anjuran wajib yang dikeluarkan oleh orang kaya untuk membantu saudaranya sesama muslim yang kurang beruntung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bimas Islam kantor Kemenag Kampar untuk meminta penceramah ramadhan menyampaikan permasalahan zakat, agar masyarakat tergerak hatinya untuk membayar zakat mal kepada Baznas Kampar sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Kabupaten Kampar,” ujarnya.
Kepengurusan Baznas Kabupaten Kampar yang baru sekitar sebulan lalu dikukuhkan oleh Bupati Kampar sudah mulai menyalurkan zakat kepada mustahiq yang dipusatkan markaz Islamic center baru ini. Bupati Kampar Jefry Noer juga ikut menyalurkan zakatnya melalui Baznas Kampar saat itu.
Dengan komposisi kepengurusan Baznas Kampar saat ini, sudah banyak terobosan yang dilakukan, antara lain membentuk Unit Pengelola Zakat (UPZ) di setiap kantor instansi pemerintahan dilingkungan Pemkab Kampar.
Demikian juga terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang selama ini belum terbentuk UPZ, kini sudah terbentuk semuanya. Menurut Abazua Anwar, pihaknya masih membandingkan rendahnya perolehan zakat oleh Baznas selama ini karena belum seluruh instansi atau lembaga dan perusahaan tergarap.
“Karenanya kita juga akan menggarap pihak perusahaan agar ikut menyalurkan zakat mal karyawannya kepada kita. Untuk memudahkan itu, kita juga akan bentuk UPZ disetiap perusahaan di kabupaten Kampar,” terang Abazua.
Selain membentuk UPZ dan memberdayakannya, Baznas Kampar juga akan menerbitkan bulletin Baznas Kampar. Buletin ini akan diterbitkan setiap minggunya dengan topik utama tentang zakat ditambah dampak pemberian zakat terhadap perubahan ekonomi masyarakat. Dalam buletin Baznas tersebut juga akan disajikan skala perkembangan zakat setiap bulannya dan kepada siapa saja disalurkan setiap periodenya.
Termasuk mengenai seluk beluk kehidupan fakir miskin yang dibantu melalui zakat. Penulis buletin tidak terbatas pada ulama dan cendikiawan muslim terkemuka di Kabupaten Kampar, namun juga dari kalangan birokrat dan lembaga hukum serta pemerhati masalah kehidupan sosial. Bulletin itu akan dikirim ke mesjid-mesjid dan dinas instansi pemerintahan di kabupaten Kampar.**(man)





