• Ahmad Supardi Hasibuan

PASIR PENGARAYAN -- Kakan Kemenag Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA mengkritisi masalah wacana ‎Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang akan merasionalisasi ataupun pengurangan satu juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia langsung mendapatkan kritikan dari berbagai pihak.

Menurutnya, adanya wacana Menpan RB, Yuddy Chrisnadi itu akan menimbulkan gejolak karena pengurangan atau rasionalisasi satu juta PNS ini akan menambah jumlah pengangguran yang ada di Indonesia.

“Saya menilai hal tersebut kurang produktif, bahkan akan menimbulkan masalah baru di masyarakat terutama akan meningkatnya pengangguran,” kata Kakan kemenag, Rabu 8 Juni 2016 di kantornya.

Ditambahkannya, wacana rasioanalisasi satu juta pns ini secara otomatis tidak akan bekerja  selain itu para pns tersebut juga akan bingung untuk bekerja ditempat lain, karena sudah terbiasa bekerja di pemerintahan sebagai abdi Negara.

Kakan Kemenag berharap, Kemenpan RB harus mencari solusi terbaik selain harus melakukan pemecatan kepada satu juta orang pns di Indonesia. Selain itu sambungnya, solusi untuk mengatasi masalah birokrasi yang dihadapi saat ini, yakni dengan memoratorium pengangkatan pns baru sehingga beban pemerintah akan sedikit berkurang.

Lebih dalam lagi, Kakan kemenag mengutarakan, di kantor kementrian agama kabupaten Rohul saat ini baru memiliki 223 orang pns yang tersebar di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Rohul.

Diakuinya, dari 223 orang pns yang ada dinilai masih kurang untuk melayani masyarakat, untuk itu kemenag Rohul mempekerjakan 100 tenaga honorer untuk membantu melayani masyarakat.**(lim)