BAGANSIAPIAPI -- Sebentar lagi umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan ,bulan penuh hikmah menjadi bulan khusus pelaku usaha untuk memainkan harga. Bagaimana tidak, kebutuhan masyarakat yang meningkat selama satu bulan, menjadi patokan pelaku usaha untuk menaikkan harga. 

Bagi para pedagang diingatkan tidak serta merta menaikan harga barang secara sepihak terutama barang kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1437 H mendatang.

Selain itu para pedagang juga dilarang menumpuk barang dagangannya sehingga membuat barang tersebut tidak ditemukan di pasar sehingga menjadi langka. Pedagang juga diingatkan jangan menjual barang yang sudah habis masa berlakunya kepada konsumen terutama makanan untuk anak-anak.

"Sekarang kita sudah menurunkan tim kelapangan seperti ke Kecamatan Bangko, Bagansinembah, Kubu, Panipahan, Ujung Tanjung, dan Kecamatan lainnya untuk menertibkan barang dagangan,termasuk memantau penertipkan harga,"kata kepala Disperindag Rokan Hilir H Syafrudin saat di temui di Bagansiapiapi,Senin 23 Mei 2016.

H.Syafruddin mengatakan ,bahwa saat ini memang sudah terjadi kenaikan harga seperti kebutuhan bahan pokok,cabe,gula, tepung,telur ayam termasuk barang kebutuhan pokok lainnya,"ujar Syafrudin.

Disperindag Rokan Hilir sangat gencar mengunjungi pasar yang ada di Rohil. Ini dilakukan agar pedagang nakal tak ada lagi di pasar. Padagang nakal, kata jika ini temukan maka Disperindag akan memberi sanksi tegas.

"Jika ada yang ditemukan menimbun sembako untuk dijual saat bulan ramadhan, maka kami akan kejar dan kami tak main-main tentang sanksi yang akan diberikan," ucapnya.

Bahkan, tegas Syafruddin pedagang yang nakal akan diserahkan ke aparat dan pelanggarannya diselesaikan secara hukum. Pasalnya, tindakan tersebut menyangkut kemaslahatan orang banyak.

Untuk itu, pedagang diharapkan agar maksimalkan harga sembako menjelang bulan Ramadhan. Sebab, Disperindag akan kembali memantau sebelum masuk bulan tersebut.**(zai)