Irman : Netralitas ASN Tentukan Kualitas Pilkada
Rabu, 20 April 2016 - 00:00:00 WIB
JAKARTA --Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan elemen penting dalam mewujudkan pembangunan demokrasi yang berkualitas. Hal ini dikatakan Ketua DPD RI, Irman Gusman saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Netralitas ASN dalam rangka mewujudkan Pilkada Serentak Tahun 2017” di Kantor Kementerian PANRB, Jl Jenderal Sudirman No 69, Jakarta, Rabu 20 April 2016.
Pada kesempatan ini, Irman Gusman menyoroti pentingnya pembangunan demokrasi di Indonesia melalui pelaksanaan Pilkada Serentak. Selain India dan Amerika, Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar di dunia. Sebagai negara muslim terbesar, Indonesia mampu bertransformasi menjadi contoh negara demokrasi bagi bangsa lain.
“Bangsa-bangsa lain melihat Indonesia sebagai miracle nation, yaitu bangsa yang bisa menyatukan semua perbedaan suku agama dan ras menjadi negara demokrasi dalam perjalanannya,” lanjutnya.
Senator asal Sumatera Barat ini menambahkan, dalam membangun demokrasi, peran birokrasi menjadi penting. Pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Pilkada dan juga menjaga integritas ASN agar tidak menjadi alat politik untuk mencapai satu kepentingan golongan atau pihak tertentu.
“Birokrasi harus netral dan dinamis. Dinamis maksudnya ASN harus ikut aktif mendorong masyarakat supaya ikut aktif datang ke TPS. Netral juga terhadap kandidatnya,” ujar Irman.
Budaya politik demokratis yang dewasa untuk mengakui kemenangan dan kekalahan dalam pemilu harus ditingkatkan. “Birokrasi adalah elemen penting bekerja untuk negara, birokrasi mendukung pelaksanaan dan kelancara pemilu,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Pilkada Watch, Wahyu Permana berharap pada pilkada pada tahun 2017 mendatang, pelanggaran-pelanggaran yang melibatkan ASN dapat diminimalisir sehingga menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
"Pilkada yang berkualitas akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas, untuk itu pelanggaran yang melibatkan ASN harus diantisipasi" ujar Wahyu.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang SDM Aparatur, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 masih menyisakan permasalahan dengan banyaknya pengaduan terkait netralitas ASN.
UU No.5 Tahun 2014 tentang ASN secara tegas telah mengatur netralitas birokrasi dan larangan politisasi birokrasi. Aturan tersebut memperkuat aturan terdahulunya, yaitu Peraturan Pemerintah No, 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang saat ini juga sedang disusun PP baru sebagai turunan dari UU ASN.
Ketentuan sanksi juga telah diatur dalam Pasal 7 PP Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang terdiri dari tiga tingkatan, yaitu ringan, sedang, dan berat. Sesuai Pasal 4 (12) jo Pasal 12 dan 13, pelanggaran netralitas PNS dapat dikenakan hukuman hingga pemberhentian secara tidak hormat.**(rls)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Minggu, 08 November 2015 - 00:00:00 WIB
Tak Berpotensi Tsunami
Maluku Utara Diguncang Gempa 5 SR
JAKARTA -- Gempa bumi berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Halmahera Barat, Maluku Utara. Gempa terjadi pada pukul 05.53 WIB. Dikutip dari detik.com, Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Minggu 8 Nopember 2015, gempa terjadi di 1.55 LU dan 126.60 BT dengan kedalaman…
-
Sabtu, 07 November 2015 - 00:00:00 WIB
100 Ribu Masker dibagikan
Aktivitas Gunung Barujari Masih Tinggi
LOMBOK -- Aktivitas vulkanik Gunung Barujadi, anak Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara, Provinsi Nuisa Tenggara Barat (NTB) masih cukup tinggi. Sebagaimana rilis yang diterima dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggunlangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho,…
-
Selasa, 03 November 2015 - 00:00:00 WIB
DPD RI Janji Ungkap Keterlibatan 10 Perusahaan Terlibat Karhutla
JAKARTA -- Ketua Pansus Asap DPD RI Parlindungan Purba berjanji akan mengungkap perusahaan-perusahaan besar yang diduga terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan selama ini seperti yang disebut oleh Walhi. Kesepuluh perusahaan besar itu adalah Mas Group, Sampoerna, Raja Garuda Mas, Wilmar, PTPN, Sime Darby, Cargill, First Resource,…
-
Senin, 02 November 2015 - 00:00:00 WIB
Parpol Diharapkan tak Mendompleng Dana Desa
JAKARTA -— Politisi Fraksi Partai Gerindra DPR Wilgo Zainal sangat menyayangkan terjadinya adanya perjanjian setoran 10 persen dari gaji pendamping dana desa setiap bulan. Dia meminta jangan lagi ada parpol yang mendompleng dana desa yang merupakan…
-
Rabu, 28 Oktober 2015 - 00:00:00 WIB
DPR: Kaji Ulang Izin Pembakaran Lahan
JAKARTA -- Pemerintah didesak mengkaji ulang izin pembakaran lahan perkebunan dan pembukaan hutan. Hal tersebut dimaksudkan untuk meminimalisir bencana asap seperti yang terjadi diberbagai wilayah di Indonesia beberapa bulan terakhir. Ketua DPR RI, Setya Novanto mengatakan hal…
-
Rabu, 28 Oktober 2015 - 00:00:00 WIB
Kekuatan Melayu Diprediksi Menjadi Kekuatan Ketiga Dunia
JAKARTA -- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memprediksi kekuatan ekonomi Melayu mampu menjadi pendorong ekonomi dunia. Kebangkitan umat Islam akan dimulai dari etnis Melayu, terutama yang bermukim di wilayah Asia Tenggara akan memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun ini. …
-
Sabtu, 24 Oktober 2015 - 00:00:00 WIB
Polres Karawang dan Bekasi Buru Penembak Brigadir Oca
Bandung - Oca Suhiarja mengalami luka tembak dari senjata api pencuri yang menyatroni rumahnya. Anggota Polres Karawang berpangkat Brigadir itu tersungkur bersimbah darah. Polres Karawang bersama Polres Bekasi bergerak memburu pelaku.
-
Kamis, 22 Oktober 2015 - 00:00:00 WIB
Pengamat Tolak Hukum Kebiri
KPAI Menginginkan Predator Harus Dihukum Mati
JAKARTA -- Psikolog Forensik Reza Indragiri menolak keras hukuman ‘kebiri’ libido bagi pelaku kejahatan seksual anak-anak. Selain dinilai tak akan menghentikan kejahatan seksual itu sendiri, hukuman mengebiri justru akan melipatgandakan kejahatan seksual itu sendiri, karena suntikan secara kimiawi itu tidak bersifat permanen, tapi berlaku regular seperti halnya untuk…
-
Selasa, 13 Oktober 2015 - 00:00:00 WIB
Lemah Diplomasi
Perlindungan Jemaah Haji Indonesia Rendah
JAKARTA -- Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai hingga saat ini pemerintah Indonesia masih menujukkan kelemahannya dalam berdiplomasi dengan negara Arab Saudi. Hal itu bisa terlihat dari pelayanan dan perlindungan terhadap jemaah haji yang belum optimal. Sebagai negara yang berkontribusi besar…
-
Kamis, 08 Oktober 2015 - 00:00:00 WIB
Setahun Jokowi-JK
Kepuasan Publik Mengalami Penurunan
JAKARTA -- Indo Barometer kembali mengumumkan hasil survei nasional tentang “Keberhasilan dan kegagalan setahun pemerintahan Jokowi-JK”. Secara umum tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo saat ini sebesar 46.0 persen. Sedangkan yang tidak puas 51,1 persen. Jika dibandingkan survei 6 bulan sebelumnya, tingkat kepuasan…
-
Senin, 05 Oktober 2015 - 00:00:00 WIB
Sutjiptadi: Hanya Pertolongan Allah Mampu Hentikan Karhutla Riau
JAKARTA -— Mantan Kapolda Riau Sutjiptadi mengaku hingga kini terus mengamati perkembangan provinsi Riau, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah sebulan lebih menyelimuti negeri Bumi Lancang Kuning. Menurutnya, bencana Karhutla tak akan akan mungkin terselesaikan kecuali pertolongan Allah SWT melalui turunnya hujan lebat. “Melihat…
-
Senin, 28 September 2015 - 00:00:00 WIB
Martin : Mengkaji Sistem Tata Negara Tak Sederhana
Gaungriau.com -- Anggota Badan Pekerja (BP) Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) Martin Hutabarat menegaskan mengkaji sistem ketatanegaraan Indonesia tidaklah sesederhana yang dibayangkan semua pihak. Sejak awal menjadi Manggala BP 7 tahun 1980-an, Martin mengaku menemukan banyak sekali permasalahan yang perlu dikaji dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Martin mencontohkan dalam…
-
Minggu, 27 September 2015 - 00:00:00 WIB
Jusuf Kalla Janji Perbaiki Tata Kelola Lahan
Gaungriau.com -- Wakil Presiden H. Jusuf Kalla menyatakan pendapatnya terkait pembangunan dan persoalan lingkungan yang ada di Indonesia kepada masyarakat sipil yang hadir di New York untuk berpartisipasi dalam mengawal agenda pembangunan pasca 2015 (Sustainable Development Goals) di kantor Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Sabtu 26 September 2015.…
-
Jumat, 25 September 2015 - 00:00:00 WIB
Gempa 4,6 SR Guncang Yogyakarta dan Sebagian Jawa Tengah
Gaungriau.com -- Gempa 4,6 SR telah mengguncang wilayah Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah. BMKG melaporkan pusat gempa berada di darat di Barat Laut Gunung Kidul, Yogyakarta pada kedalaman 10 km pada Jumat 25 September 2015 pukul 20.28 Wib. Gempa tidak berpotensi tsunami. Kepala Pusat Data Informasi dan…
-
Selasa, 22 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kualitas Udara Riau dan Jambi Makin Membaik
Gaungriau.com -- Operasi darurat asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menunjukkan hasil yang cukup membaik. Berdasarkan evaluasi dari Posko di Riau dan Jambi pada Senin 21 September 2015 pukul 20.00 Wib. Di Provinsi Riau nihil titik api. Berdasarkan data yang diterima dari Kepala Pusat Data Informasi…
-
Selasa, 22 September 2015 - 00:00:00 WIB
MPR: Korupsi Paling Tinggi, Pengadaan Barang dan Jasa
Gaungriau.com -- Wakil Ketua MPR Mahyudin berpendapat semua lembaga tinggi negara harus memiliki target selaras untuk mengelola keuangan negara secara akuntabel dan bertanggungjawab. Hal itu diperlukan agar lembaga tinggi negara tersebut bisa menghemat keuangan negara secara optimal dan menghasilkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan rakyat.
-
Senin, 21 September 2015 - 00:00:00 WIB
Marsiaman Saragih Sesalkan DPRD Riau Paksakan Kunker ke Eropa
Gaungriau.com -- Anggota DPR dari pemilihan Riau Marsiaman Saragih menyayangkan langkah anggota DPRD Provinsi Riau yang tetap memaksakan perjalanan dinas ke luar negeri tanpa mengindahkan kondisi di daerahnya. Kunjungan kerja ke beberapa negara Eropa yang sudah direncanakan sejak tahun sebelumnya, sejatinya tidak harus dipaksakan untuk berangkat…
-
Senin, 21 September 2015 - 00:00:00 WIB
LE : Riau Bagaikan Api dalam Sekam
Gaungriau.com -- Anggota MPR RI RI Lukman Edy menilai provinsi Riau bagaikan api dalam sekam. Setiap saat provinsi di negeri Bumi Lanang Kuning itu bisa meledak apabila tak memperoleh perhatian serius dari pusat. Adanya gerakan massif dari sejumlah tokoh masyarakat Riau yang kembali menuntut perhatian pusat…
-
Sabtu, 19 September 2015 - 00:00:00 WIB
DPD RI Dukung Terbentuknya Provinsi Bolaang Mongndow Raya
Gaungriau.com -- Terkait dengan daerah Pemekaran/ daerah otonomi baru (DOB), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendukung terbentuknya Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang saat ini masih berstatus sebagai Kabupaten Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad…
-
Kamis, 17 September 2015 - 00:00:00 WIB
Legislator Riau Dukung KY Awasi Hakim Sidang Karhutla
Gaungriau.com -- Anggota komisi hukum DPR dari pemilihan Riau Marsiaman Saragih mendukung langkah Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya yang meminta Komisi Yudisial mengawasi serius hakim yang menyidangkan perusahaan pembakar hutan dan lahan. Marsiaman memita selain hakim yang terlibat dalam persidangan, penyidik dari kepollisian dan…



