PEKANBARU -- Senin 18 April 2016, puluhan pedagang pasar kaget yang biasa berjualan di wilayah Rumbai menggelar aksi demo didepan pintu pagar Kantor Walikota.

Dari pemantauan dipalangan, para pendemo masih gigih menunggu Wali kota Pekanbaru Dr Firdaus ST MT selama 3 jam lebih. Namun yang ditunggu tidak juga muncul, hal ini  menyulutkan emosi para pedagang dan merekapun mencoba menerobos pagar depan kntor Wali Kota sembali mndorongnya. Akibatnya, pintu pagar mengali kerusakan. Namun pedagang tetap tidak bisa masuk karena ada pengawalan petugas dari kepolisian dan satpol Pamong Praja.

Koordintor aksi Heri mengatakan, jika mereka menolak untuk ditertibkan. Oleh sebeb itu mereka ingin bertemu  langsung dengan Walikota untuk meminta kejelasan kenapa dilarang berjualan di pasar kaget.

"Tiga jam lebih kami menunggu Wali kota, namun sampai saat ini tidak ada kabar dan keberadaannya. Kami tidak mau diwakilkan, kami mau Pak Wali kota. Dulu kan kami yang memilih mereka,"ujarnya dengan nada emosi.

Menurutnya, penggusuran yang dilakukan Pemko terhadap para pedagang pasar kaget sangat tidak manusiawi dan terkesan arogan.

"Pedagang hanya berjualan satu kali dalam seminggu dan tidak ada mengganggu fasilitas umum," kata dia.

Heri menambahkan, sebenarnya keberadaan pasar kaget ini sangat membantu masyarakat setempat, karena pasar yang disediakan pemerintah jauh dari pemukiman masyarakat. Bahkan saat penggusuran berlangsung, pihak kecamatan menggunakan jasa para preman.

"Kami tidak mengganggu ketertiban. Pasar yang disediakan pihak kecamatan jauh dari kata layak. Disamping itu iuran yang wajib kami bayar juga relatif tinggi," tegasnya.

Menurut informasi yang diterima, saat peristiwa tersebut, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus ST, MT sedang mengikuti dialog politik yang dilaksanakan di salah satu media dan tidak berada di Kantor.**(saf)