PELALAWAN -- Kondisi anggaran yang saat ini diberlakukan rasionalisasi dan efisiensi hingga mencuat persoalan bakal diberhentikannya sejumlah tenaga Honorer yang saat ini berjumlah 5000 lebih tenaga dengan anggaran Rp.150 Milyar, masih saja ada Satuan kerja (Satker) dilingkup Pemkab Pelalawan diduga kuat melakukan rekrut pengangkatan Honorer tanpa sepengetahuan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pelalawan.

Kepala BKD Pelalawan Andi Yuliandri S Kom kepada Gaungriau.com, Rabu 16 Maret 2016 menyebutkan bahwa secara resmi Bupati Pelalawan HM.Harris,Sekda H.Tengku Mukhlis,M.Si dan BKD Pelalawan telah menyurti Seluruh Satker agar menunda pengangkatan honorer.

"Kita sudah kirimkan surat secara resmi kepada Satker agar menunda atau pending mengangkat honorer lagi. Karena Memang Kita saat ini dalam rasionalisasi dan efisiensi anggaran. Makanya dari BKD mendata Seluruh honorer untuk mengetahui quot kebutuhan persatker. Saya tidak tahu Kalau diam - diam ada Satker mengangkat honorer.Harusnya lapor Kita dulu," ucap Andi.

Terkait adanya Satker yang masih mengangkat honorer tersebut,Andi memastikan pihaknya akan melakukan cross cek kembali data tenaga honorer. "Kami mengucapkan terima kasih atas Informasi yaang telh diberikan,Kita akan cross cek kembali data Honorer ini," ungkapnya.

Saat Disinggung soal pemberhetian Sejumlah tenaga honor sesuai habis masa kontrak, Andi tidak bnyak berkomentar. "Kita masih dalam tahap pendataan. Keputusan tentu ditngan pimpinan melalui hasil rapat bersama.Kalau soal tidak diperpnjang lagi kontrak tenaga honor  tunggu Informasi lebih lanjut.Tim sedang bekerja," tukasnya.**(ham)