BAGANSIAPIAPI -- Dinas Pertanian dan Perternakan (Distanak) Rohil akan membentuk Desa Mandiri Benih (DMB), di desa-desa central pertanian di Rohil, sesuai dengan pengembangan pertanian di desa tersebut.

Pendirian Desa Mandiri Benih (DMB) ini disampaikan Kepala Distanak Rohil Ir H Muslim MM,pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sinaboi, yang dilangsungkan di Kantor Camat Sinaboi baru ini.

"Kesulitan yang dihadapi selama ini, jika musim tanam tiba adalah ketersediaan benih atau bibit pertanian (juga bibit ternak). Sebab itu, desa-desa pertanian yang ada perlu di bentuk Desa Mandiri Benih," kata Kepala Distanak Rohil Ir H Muslim MM.

Pembentukan Desa Mandiri Benih ini, terang dia, juga sebagai langkah desa-desa dan para petani dalam memperoleh bibit pertanian secara swadaya. "Dengan bisa mandiri benih, maka tidak perlu membeli bibit dan bisa dipasarkan. Benih unggu dan diberi sertifikat," terangnya.

Di Sinaboi, terang dia, ada dua desa yang akan dijadikan Desa Mandiri Benih (DMB), yakni Kepenghuluan Darussalam dan Raja Bejamu. "Agar tidak bermasalah dalam penyediaan benih. Saat musim tanam tiba tidak sulit benih," kata Muslim.

Swasembada bibit, terang Muslim, juga perlu dilakukan menginggat Distanak Rohil pada 2016 dan tahun-tahun mendatang akan memperluas jumlah lahan pertanian di desa-desa pertanian di Rohil.

Di Rohil, terang Muslim, Distanak Rohil merencanakan membuka lahan pertanian baru seluas 2.500 ha. Sedangkan di Sinaboi, di Kepenghuluan Raja Bejamu seluas 150 ha, Sungai Nyamuk 100 ha, dan Darussalam 461 ha (kedelai dan jagung).

Selain itu, terang Muslim, Distanak Rohil juga akan memberikan bantuan berbagai jenis alat pertanian, baik yang bersumber dari APBN, APBD Riau maupun yang bersumber dari APBD Rohil kepada para petani.

"Kita juga sedang memprogramkan agar bagai mana lahan-lahan yang tidak produktif disa ditanami, serta bisa dua kali tanam (padi) dalam satu tahun, asal petani disiplin dalam melakukan penanaman," jelas Muslim.**(adv/humas/Us)