Gaungriau.com -- Pasca Riau ditetapkan dalam kondisi darurat asap, walikota Pekanbaru, Firdaus MT, justru melakukan kunjungan keluar negeri pada hari Selasa 15 September 2015. Tentunya kabar yang tidak sepatutnya ini mendapat respon dari kalangan DPRD Pekanbaru.
"Walikota seharusnya mengerti situasi. Riau sekarang dalam keadaan darurat asap, Kota Pekanbaru merupakan salah satu wilayah yang mendapatkan dampak kabut asap yang sangat parah. Jadi lebih baik walikota jangan berangkat," tegas anggota fraksi PDI Perjuangan, Jhon Romi Sinaga ketika berbincang bersama media ini, Rabu 16 September 2015.
Menurut Jhon Romi, kepergian walikota keluar negeri adalah untuk kepentingan daerah, tapi saya tetap menyayangkan kepergian itu karena warga sangat membutuhkan kehadiran pemimpinnya di saat duka seperti ini.
Romi mengatakan, hingga saat ini, keadaan kota Pekanbaru masih berkabut dan anak sekolah juga kembali diliburkan. "Warga masih terkena musibah, semestinya kepala daerah turun membantu, bukan memilih untuk keluarnegeri," katanya.
Romi juga menilai, urgensi kunjungan walikota keluar negeri yang menurut informasi ke guangzhou Cina tidak merupakan suatu hal yang penting. "Kondisi ini berarti menunjukkan bagaimana walikota Pekanbaru sebenarnya. Dan saya rasa masyarakat bisa menilai kualitasnya," pungkasnya.
Menurut informasi dari salah satu pegawai Pemko yang tak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kepada wartawan Rabu 16 September 2015, bukan hanya Walikota Firdaus saja yang berangkat ke China. Namun juga Asisten II Dedi Gusriadi, Kepala BPTPM M. Jamil dan Kabag Humas Pemko Pekanbaru Alek Kurniawan.**(dni)






