• Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bengkalis, Hendrik Firnanda

Gaungriau.com -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dianggap telah memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya untuk peningkatan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga dalam merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bengkalis, Hendrik Firnanda, P. Ia menyatakan bahwa program nasional yang mulai diterapkan pada 6 Januari 2025 ini merupakan langkah strategis dalam mengembangkan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing guna menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Program MBG sangat bermanfaat karena secara langsung memenuhi kebutuhan dasar gizi bagi anak-anak. Dengan asupan yang sehat dan bergizi, diharapkan kondisi kesehatan dan kemampuan belajar para peserta didik akan semakin baik,” ungkap Hendrik, Rabu 24 Juni 2026.

Menurut Hendrik yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Gerindra Bengkalis, pelaksanaan MBG melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun merupakan salah satu program yang tidak membebani anggaran daerah, karena semua biayanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Yang paling penting adalah memastikan bahwa program ini dijalankan dengan efektif, tepat sasaran, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat secara nyata,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hendrik menilai Program MBG telah menciptakan efek berlipat (multiplier effect) pada ekonomi daerah. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar setiap harinya menciptakan kesempatan bisnis yang luas bagi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM setempat.

Ia mengharapkan agar kebutuhan dapur MBG di Kabupaten Bengkalis dapat dipenuhi dengan produk-produk lokal, termasuk sayuran, buah, telur, ikan, ayam, serta layanan distribusi dan pengolahan makanan.

“Jika bahan baku diprioritaskan dari UMKM dan pelaku usaha lokal, maka pendapatan masyarakat akan meningkat. Ini merupakan peluang besar bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang lebih baik,” tegasnya.

Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, keberadaan dapur MBG yang beroperasi setiap hari juga menciptakan permintaan pasar yang stabil sehingga memberikan kepastian usaha bagi para mitra penyedia bahan baku.

Tak hanya itu, operasional dapur MBG turut membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, mulai dari tenaga pengolahan makanan, distribusi, administrasi hingga tenaga pendukung lainnya.

“Program MBG bukan hanya investasi untuk kesehatan generasi muda, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bengkalis,” tambahnya.

Meski mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, Hendrik mengingatkan seluruh pengelola dapur SPPG agar menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan BGN. Ia menegaskan kualitas makanan harus tetap menjadi prioritas utama, baik dari sisi kandungan gizi, kebersihan maupun keamanan pangan.

“Jangan sampai ada pihak yang mengurangi kualitas makanan demi keuntungan pribadi. Jangan rusak cita-cita Presiden Prabowo untuk memberikan gizi terbaik bagi anak-anak Indonesia. Program ini harus dijaga bersama,” tegasnya.

Sejak mulai dilaksanakan secara bertahap pada Januari 2025, Program MBG telah memberikan manfaat kepada ribuan peserta didik di Kabupaten Bengkalis. Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, program ini juga mendukung percepatan penurunan angka stunting serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi.

Karena manfaatnya yang semakin dirasakan masyarakat, Hendrik berharap Program MBG dapat terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaat yang telah dirasakan saat ini dapat terus memberikan dampak positif bagi generasi muda dan perekonomian daerah.

“Program MBG harus terus dilanjutkan dan disempurnakan. Ini bukan hanya tentang memberi makan anak-anak sekolah, tetapi juga tentang membangun generasi masa depan yang sehat serta memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah. Jika dijalankan dengan baik dan berkelanjutan, manfaatnya akan sangat besar bagi Kabupaten Bengkalis dan Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.

Gerindra Bengkalis, lanjut Hendrik, siap menjadi garda terdepan dalam mengawal keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis agar tetap berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (put)