• Rektor Umri, Dr Mubarak MSi saat menyampaikan arahan dalam kegiatan pembekalan dan pelepasan peserta KKN Umri.

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang ke dua, setelah pada Juni lalu juga melaksanakan kegiatan yang sama.

Menyesuaikan kondisi saat ini ditengah pandemi Covid-19, berbagai program kerja yang akan dilaksanakan mahasiswa akan berkaitan dengan edukasi pencegahan Covid-19.

"Selain itu mereka juga akan diarahkan untuk membantu pemerintah dalam pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)," jelas Rektor Umri Dr Mubarak MSi, dalam sambutannya dalam kegiatan pembinaan dan pelepasan peserta KKN Umri, Kamis 6 Agustus 2020, di auditorium lantai III gedung Ahmada Dahlan, kampus utama Umri.

Mubarak mengatakan mengedukasi masyatakat akan bahaya Covid-19 dimasa New Normal ini masih sangat dibutuhkan, terutama dalam mengarahkan dan mengajak masyatakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Terutama dalam hal memakai masker dan rajin mencuci tangan. "Terlebih kasus ini dalam beberapa hari belakangan ini mengalami peningkatan, jadi kita berharap keberadaan Mahasiswa kita bisa memberi edukasi kepada masyarakat," ujar Rektor.

Disamping itu, lanjut Rektor, mengadakan berbagai kegiatan yang mampu bernilai ekonomi bagi masyarakat ditengah kondisi sulit saat ini juga akan dibutuhkan.

"Dan tentunya kita harapkan mereka bisa membantu pemerintah dalam pencegahan Karhutla, dimana saat ini Riau telah memasuki musim kemarau, dan beberapa titik api juga sudah bermunculan," papar Rektor.

Karena itulah, dalam kegiatan hari ini sengaja di hadirkan dua orang narasumber yang sangat kompeten untuk dua persoalan yang terjadi saat ini.

"Yakni pak Kapolda akan membahas tentang penanganan Karhutla, dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Riau, yang akan menggali soal penanganan dan pemulihan ekonomi dimasa Covolid-19 ini," ungkapnya.

Sementara Kepala LPPM Umri, M.Ridha Fauzi, menjelaskan dalam pelaksanaan KKN periode Agustus ini diambil tema KKN Merdeka, ini dimaksudkan untuk mengelorakan semangat kemerdekaan dalam diri para peserta KKN.

"Dari 868.Mahasiswa ini, mereka terbagi dalam 8 kelompok. Tugas utama mereka adalah menjadi relawan Covid-19 dan juga penangnan Karhutla," tegas Fauzi.

Dia berharap seluruh peserta KKN bisa menyimak dari berbagai materi yang disampaikan pada kegiatan pembekalan ini, sehingga bisa bermanfaat ketika nantinya diaplikasikan saat KKN.

"Yang terpenting lagi, beri contoh yang baik kepada masyarakat ketika melaksanakan protokol kesehatan saat KKN di lokasi masing-masing," pungkasnya.** (mad)