• Dra Heriyanti, Kepsek SMAN 1 Ujung Batu

Gaungriau.com (UJUNG BATU) -- Upaya peningkatkan mutu dan kualitas pendidikan anak didik, serta melengkapi prasarana infrastruktur di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Ujung Batu, Kabupaten Rohul, Provinsi Riau terus dilakukan.

Hal itu dikatakan Kepsek SMAN I Ujung Batu, Dra Heriyanti, menjawab wartawan diruangannya Senin 24 Februari 2020.

Komitmen dan berbagai terobosan untuk membenahi pendidikan di semua lini SMAN 1 telah ditunjukkannya. Mulai dari penerapan disiplin, penguatan pembelajar, pengajuan proposal untuk pembangunan prasarana infrastruktur sekolah.

Untuk menunjang kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Heriyanti juga mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) untuk mendapatkan bantuan tik 20 unit komputer dari Kemendikbud di Bogor. "Saat ini komputernya sudah berada disekolah kita, dan sudah bisa digunakan pada hari H pelaksanaan UNBK nanti", ujar Heriyanti.

Diterangkan, dalam menghadapi dan mematangkan para murid untuk menghadapi dan menjawab soal di UNBK mendatang, proktor memberikan simulasi pembelajaran kepada 315 murid kelas XII SMAN 1 Ujung Batu, selama 2 hari.

Mata pelajaran yang disimulasikan, antara lain Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi, Bahasa Indonesia dan Bahasa Ingris.

"Dengan persiapan yang matang dan didukung media belajar seperti ruang guru, rumah belajar yang bisa diakses murid setiap saat, kita optimis para murid kelas XII nanti dapat menjawab soal-soal di UNBK dan tingkat kelulusan anak anak dari SMAN ini pun mendapat nilai yang bagus", ujar Heriyanti.

Lebih kurang 3 Tahun, Heriyanti menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAN 1 Ujung Batu, perubahan wajah bangunan sekolah berubah dan membaik, sejumlah prasarana infrastruktur sekolah secara bertahap mulai terbenahi.

Namun demikian, ia mengakui bahwa sejauh ini sekolah yang dipimpinnya masih membutuhkan prasarana pembenahan ruang pustaka, dan pembenahan ini sudah kita ajukan lewat proposal, maupun online, mudah mudahan direalisasikan tahun ini.

"Sejumlah prasarana yang kurang, kita ajukan di dapodik sesuai real apa adanya, kita sampaikan tak usah forpek sama operator, kalau tidak ada bilang tak ada, nanti kan ada penilaiannya dengan dapodik dengan jumlah siswa yang sekian banyak, merekalah yang menilai," ucapnya.

Merasa kurang percaya diri karena minim pengalaman, Heriyanti dipanggil dan mengikuti edukasi penguatan kepala sekolah yang diselenggarakan oleh LPPKS dari Kemendikbud di Pekan baru.

"Saya mengikuti pelatihan itu dengan tekun. Ketika hasil edukasi pelatihan diumumkan nilainya, Alhamdulillah saya mendapat nilai tertinggi", sebutnya.

Sejak dibawah kepemimpinannya, sederet prestasi juga berhasil disabetnya, seperti Piala bergilir Rokan Hulu PHYSICS olympiade 2020 tingkat SMA sederajat se Kabupaten Rohul dan juara I Volly Bal tingkat Kabupaten Rohul.**(lim)