Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Sudah tiga hari ini jalan Teratai sepi dari Pedagang Kaki Lima(PKL). Hal ini disebabkan adanya penertiban yang kembali dilakukan Tim Yustisi Kota Pekanbaru pada Jumat 19 Juli 2019 dini hari.

Dalam penertiban tersebut, sebanyak 174 personil Satpol PP Kota Pekanbaru
diturunkan untuk melakulan pembongkaran lapak-lapak para PKL yang berada disepenjang jalan tersebut. Pembokaran lapak kayu yang digunakan pedagang untuk memajang dagangannya ini diangkut menggunakan truk Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Jalan Teratai, mulai dari persimpangan Jalan Cempaka hingga ke Terminal Oplet sudah mulai bersih dari lapak-lapak kayu. Dari terminal, arah ke Pasar Higienis tampak masih ada beberapa pedagang yang berjualan.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono mengatakan, jika penertiban yang dilakukan oleh pihaknya ini merupakan hasil dari rapat yang digelar tim Yustisi beberapa hari lalu. Pembahasannya, merelokasi para PKL ke Pasar Higienis yang sudah disiapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru.

"Selesai hari ini. Tidak ada lagi pedagang menempati jalan," kata Agus.

Ia menyebut, akan menempatkan personel Satpol PP di lokasi itu selama satu minggu ke depan. Ia juga meminta, instansi lain yang terkait relokasi ini juga terus ikut bersama dalam penertiban.

Selain membongkar lapak kayu, Satpol PP juga menyiapkan selebaran yang berisi peringatan bagi para PKL. Poin yang ditekankan pada selebaran itu, PKL dilarang berjualan di depan rumah toko (Ruko).

"Satu minggu kita disini. Kasih surat peringatan hari ini. Disebarkan kepada pedagang. Tidak boleh berdagang di depan pertokoan," tegasnya.

Ditempat berbeda, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengaku bahwa pihaknya berencana akan melakukan perluasan pasar di Jalan Teratai ini. Hal ini disebabkan adanya penertipan yang dilakukan. Sehingga kapasitas pasar tersebut tidak dapat penampung semuanua. Sehingga Pemko berencana akan mempeluas pasar itu.

"Kapasitas pasar higienis masih kurang, ada wacana perluasan pasar tersebut," jelasnya.

Ingot menambahkan, kapasitas pasar higienis saat ini hanya dapat menampung sekitar 150 pedagang yang berjualan di Jalan Teratai.

"Mengingat daya tampung yang terbatas. Pasar ini harus ditambah kapasitas. Pasalnya Ada tambahan pedagang dari menampung dari Jalan Agus Salim dan Jalan Ahmad Yani," jelasnya.

Untuk perluasan pasar higienis sendiri. Dirinya masih dalam tahap pengkajian. Ia menyebut bahwa proses perluasan pasar juga melibatkan instansi terkait lainnya.

"Proses perluasan ini bakal dilakukan secepatnya. Upaya ini seiring penempatan para pedagang ke pasar higienis,"tutupnya.**(saf)