PEKANBARU -- Puluhan pengusaha ekspedisi di Kota Pekanbaru, Riau melakukan aksi demo. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes tarif Surat Muatan Udara (SMU) yang membuat mereka kelimpungan.

Aksi puluhan pengusuha kecil jasa ekspedisi ini dipusatkan di depan Purna MTQ Pekanbaru Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru. Para pengusaha ini tergabung dalam Asosiasi Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Riau

Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk yang isinya adalah meminta pemerintah dan maskapai menurunkanan SMU. Tarif SMU yang naiknya hingga 300 persen sangat menyengsarakan. Dalan aksinya, mereka juga membawa alat traportasi yang biasa digunakan untuk pengiriman seperti mobil boks.

"Kita minta kebijakan yang menyengsarakan pengusaha kecil khsususnya jasa pengiriman yang mengunakan penerbangan, biayanya kembali seperti dulu,"kata Ketua Asprindo Riau, Yandri Sandy Lubis Rabu 13 Februari 2019.

Dia menerangkan, bahwa tarif SMU pada mulanya adalah Rp3200 perkilogram. Namun semenjak kenaikan tiket pesawat yang sangat tinggi, tarif SMU menjadi Rp16000perkilonya. Kondisinya membuat bisnis pengiriman barang lesu.

Yandri menjelaskan, sejak naiknya harga tiket pesawat yang berimbas dengan tarif SMU, sudah ada tiga usaha jasa pengiriman yang gulung tikar. Mereka menutup usahanya karena terus merugi.

"Saat ini sudah ada tiga pengusaha pengiriman yang tutup. Dalam waktu dekat akan ada dua lagi yang menyatakan akan tutup. Mereka terus merugi. Jika tidak ditutup, mereka akan semakin rugi karena harus membayar gaji karyawan dan operasional lainnya," imbuhnya.

Selain ke perusahaan yang bergerak di sektor ekspedisi, kenaikan tarif pesawat juga berimbas dengan Usaha Kecil Menegah (UKM).

"Pengusaha online yang selama ini mengandalkan jasa pengiriman barangnya juga semakin khawatir dengan kondisi sekarant. Kondisi membuat rekan kita harus menaikkan tarif. Namun dampaknya pelanggan jauh berkurang. Dengan tingginya harga pengirim, mereka juga bakal gulung tikar," tukasnya.**(nat)