• Rektor Mubarak saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara

PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Sebanyak 830 Mahasiswa Universitas Muhamamdiyah Riau (Umri) akan mengikuti Kuliah kerja Nyata (KKN) tahun 2018 ini, sebelum terjun ketengah masyarakat, mereka diberi pembekalan yang dibuka secara resmi oleh rektor Dr Mubarak MSi, Sabtu 5 Mei 2018.

Kepada peserta KKN, Rektor mengingatkan akan pentingnya pembekalan bagi peserta KKN sebelum melaksanakan pengebdian ditengah masyarakat tersebut, karena itu seluruh peserta diwajibkan mengikutinya.

Dalam kesempatan itu Mubarak memamaparkan beberapa hal yang perlu ditanamkan oleh peserta KKN Umri, yakni Pertama harus paham bahwa di beberapa masyarakat, mahasiswa kerap dianggap sebagai kelompok yang memiliki adab baik karena mengenyam pendidikan tinggi.

“Dengan demikian, Mahasiswa harus menunjukkan hal itu ditengah masyarakat, seperti bagaimana menghargai orang berbicara, jangan ketika orang berbicara sibuk main HP dan sebagainya," ujar Mubarak mencontohkan.

Perlu juga memahami orang lain. Hindari sikap meminta orang lain memahami diri kita. Kalau minta orang memahami diri kita, orang lain kan tidak tahu kita ini siapa. Karena itu, mahasiswa itu sendirilah yang mestinya memahami orang lain.

Dan yang tak kalah penting menurut Mubarak adalah, sebagai bagian dari Muhammadiyah, mahasiswa KKN Umri juga dituntut untuk mampu mengembangkan Muhammadiyah di lokasi masing-masing, itu dilakukan mulai dari tingkat ranting, pemahaman akan kemuhammadiyaahan harus lebih dikuasai oleh mahasiswa yang akan mengikuti KKN.

“Baca buku panduan bagaimana mendirikan ranting, cabang, Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci dan sebagainya agar persyarikatan Muhammadiyah menjadi besar,” Rektor mengingatkan.

Dia menegaskan, sangat penting mengembangkan Muhammadiyah sebagai organisasi yang mendorong tiap anggotanya memiliki akhlak yang mulia dan menerapkan Islam sebagaimana yang diajarkan.

Rektor mencontohkan, mahasiswa KKN jangan hanya membuat program pengadaan plang nama jalan dan sebagainya. Karena Rektor yakin, saat ini nama jalan sebenarnya sudah ada dimana-mana.

Namun, yang perlu dilakukan peserta KKN adalah bagaimana menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke tengah masyarakat. Misalnya, jika di suatu daerah bermasalah dengan ketersediaan arus listrik, si mahasiswa dapat menjadi mediator untuk mencari solusinya agar masyarakat tak tergantung dengan PLN.

Hal itu bisa diwujudkan lewat terjalinnya kerjasama dengan perusahaan yang memiliki surplus daya listrik. “Kalau memang butuh tiang untuk mengalirkan, mahasiswa dapat memediasi ke pemerintah agar mau menyediakan perangkat yand diperlukan,” ujar Rektor.

Demikian pula jika di lapangan menemukan masalah sulitnya mengakses air bersih. Si mahasiswa harus mampu menganalisa apa yang menjadi penyebabnya. Kemudian, bisa menjalin komunikasi dengan jurusan MIPA atau teknik untuk merancang alat tertentu demi membantu masyarakat.

“Dengan kata lain, keberadaan mahasiswa KKN mesti menyelesaikan masalah. Bukan sebaliknya malah menambah masalah,” ungkap Mubarak yang disambut tawa calon peserta KKN.

Terakhir, ia menekankan pentingnya peserta KKN menjaga kekompakan dengan mahasiswa lainnya. Hal itu, tambahnya, bakal dipelajari selama mereka menjalani bimbingan ini.

Sementara, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, M Ridha Fauzi menjelaskan, ada tiga sampai empat kali pembekalan yang dilakukan. Semua itu dilakukan agar mahasiswa mampu menelurkan program yang memang bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Selama menyusun program, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pendamping. Mereka akan menggodok mana program yang bakal bermanfaat. Bahkan, program itu didorong berbasis keilmuan mereka.

Program yang sudah bagus bakal diterapkan. Misalnya, mahasiswa akuntasi, bisa berperan mendidik pemilik warung-warung yang ada di desa agar mampu mengatur keuangannya dengan cara yang sederhana.

Ridha menekankan, program yang sudah dibuat peserta ini akan diperlombalan. “Akan dilihat bagaimana bentuk kegiatan dan hasilnya. Akan ada tim untuk memonitoring kondisi di lapangan. Kemudian, tiap kelompok bakal mempresentasikan program mereka. Jika menarik, maka kelompok itulah yang menjadi pemenangnya,” kata dia.**(rls)