ADA hal menarik setelah Pilkada DKI berlalu, masyarakat merasakan adanya suasana damai. Jika menjelang kampanye Pilkada DKI, masih muncul aksi-aksi berbau sara, maka ketika berlangsungnya pelaksana penghitungan suara atau quik count, benar-benar mencerminkan suasana damai. Tidak terlihat munculnya aksi-aksi kekerasan yang mewarnai penghitungan suara.

Hasilnya juga di luar dugaan, Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menang telak atas lawannya duet Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)-Saifullah Djarot. Yang menarik ternyata hasil penghitungan suara tidak menimbulkan keadaan hiruk pikuk, karena berjalan dengan dinamis dan damai.

Apapun yang saat ini terjadi, suasana damai merupakan dambaan masyarakat. Karena persaingan dalam Pilkada, bisa diredam pihak-pihak yang tadinya bersaing. Apalagi menurut pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno, suasana yang perlu dipelihara adalah kondusif, diwarnai dengan rekonsiliasi.

Sedangkan pasangan Ahok-Djarot juga mengulurkan tangan memberi ucapan selamat. Sebaliknya pihak pemenang juga tidak ingin lama larut dalam suasana kegembiraan berlebihan. Maka keadaan yang jauh dari hiruk pikuk hendaknya dapat dipelihara usai penghitungan suara dan hingga pergantian kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang akan berlangsung Bulan Oktober.

Yang harus dilakukan pihak-pihak yang tadinya bersaing, mengetengahkan suasana sejuk. Sehingga sisa waktu terjadinya transisi pemerintahan baru DKI berlangsung penuh harmonis. Tentu saja masyarakat perlu mengapresiasi hal-hal yang dikerjakan Ahok-Djarot menjelang pergantian pemerintahan DKI. Artinya masyarakat harus memberi waktu untuk pasangan Petahana bekerja menyelesaikan tugasnya. Sebaliknya duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno bisa mengambil nilai-nilai positif yang dilakukan pasangan petahana.

Selain itu tidak ada salahnya belajar sukses Duet Ahok-Djarot memimpin DKI. administrasi pemerintahan, penyusunan anggaran dan mutasi yang sesuai dengan kebutuhan. Yang tidak kalah penting, janji bahwa Anies bukanlah anggota partai politik yang memenangkan Pilkada. Jadi pasangan Anies-Sandiaga milik masyarakat. Dukungan dari partai Politik Gerindra dan PKS, PAN, FPI, Konglomengrat Harry Tanoe dan lain-lain melengkapi suasana yang tetap menjaga kesantunan maupun rasa aman masyarakat.

Sehingga keadaan kondusif tidak perlu diboncengi oleh aksi-aksi yang hanya memunculkan pertentangan. Sebab kondisi damai tanpa huru-hara menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menciptakan pilkada. Walhasil nilai-nilai positif yang diperoleh usai pilkada, harus tetap dipertahankan dengan menjaga kerukunan dan kebhinekaan. Jangan ada lagi suara-suara yang memperuncing kondisi damai. Karena bagaimana pun pilkada DKI tidak perlu direcoki sikap permusuhan masyarakat. Isu SARA sudah tidak zamannya lagi ditiupkan kemasyarakat yang cinta damai.

Akhirnya kita mengucapkan selamat kepada Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan duet Ahok-Djarot untuk mengabdi ke masyarakat.***