SELATPANJANG -- Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si menghadiri dan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pemerintah Daerah dan Badan amil Zanakat Nasional (Baznas) Kepulauan Meranti tentang pengelolaan Ambulance laut dan darat, bertempat di Aula Kantor Badan Amil Zakat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa 25 April 2017.

Kegiatan yang dikemas dengan kunjungan kerja (Kungker) Kementerian Agama Provinsi Riau tentang monitoring dan evaluasi kepatuhan Syariah juga dihadiri oleh Ka. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau yang diwakili M. Samad S.Sos, Anggota DPRD Meranti Ardiansyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Meranti Drs. Miskam Slamat, Kepala Dinas Kesehatan Meranti dr. Irwan Suwandi, M. Fachri MA, Ketua MUI, Ketua Baznas.

Pada kesempatan itu Bupati yang juga pembina Amil Zakat Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut, hal itu sebagai bukti bahwa selama ini kerjasama antara Pemda Meranti dan Baznas Kepulauan Meranti dalam membantu masyarakat yang membutuhkan terjalin dengan baik. 

Diceritakan Bupati, dalam rangka membantu masyarakat yang sakit dan meninggal dunia Pemda Meranti telah menyerahkan satu unit Ambulance laut untuk dikelola oleh Baznas Meranti. Dan selama itu pula diketahui Ambulance laut ini dikelola dengan baik oleh Baznas sehingga meraih kepercayaan masyarakat.

Karena tingginya kebutuhan masyarakat saat ini terhadap Ambulace darat dan laut, Pemda Meranti terus berupaya membantu pengadaan transportasi tersebut. Saat ini seperti dikatakan Bupati bantuan Ambulan laut dan darat yang diberikan Pemda dan dikelola oleh Baznas Meranti telah berjumlah 6 Unit yakni 5 Ambulace laut dan 1 Ambulace darat. Selain itu Pemda Meranti juga memberikan bantuan operasionalnya sebesar 2 Miliar/Tahun. 

"Ini bentuk usaha nyata Pemda untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan secara konkrit," ujar Bupati Irwan.

Pemberian bantuan Ambulance laut dan darat tersebut diceritakan Bupati, berawal saat dirinya pertaka kali menjabat banyak keluhan masyarakat yang berada dipulau banyak meninggal dunia karena tidak tersedianya transportasi laut dikala sedang sakit berat. "Ketika itu banyak masyarakat yang meninggal ditengah jalan karena susahnya memperoleh angkutan ketika itu," jelasnya.