• Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi foto bersama Pengurus Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Siak di Gedung Tengku Mahratu. 20 Desember 2016

SIAK -- Wakil Bupati Siak Alfedri menghadiri acara Pelantikan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Siak Masa Bakti 2016-2021 dan Seminar Nasional Keperawatan dengan tema "Menjadi Perawat yang Berstandar, Berdaya Asing Global di Bidang Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan" serta "Kiat dan Strategi Perawat dalam Proses Re-Registrasi (Perpanjangan) STR" yang dilaksankan bertempat di Gedung Tengku Mahratu Kabupaten Siak, Selasa 20 Desember 2016.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua I DPW Provinsi Riau Erwin, Ketua DPD PPNI Kabupaten Siak Ulfa Hanum, Sekretaris PPNI Kabupaten Siak Budi Yuwono, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dan Narasumber dari Tim DPW PPNI Provinsi Riau Desti Puswati.

Ketua Dewan Pengurus PPNI Kabupaten Siak, Ulfah Hanum melantik 117 Orang sebagai Dewan Pengurus Komisariat PPNI Kabupaten Siak Masa Bakti 2016-2021. Masing-masing terdiri dari 9 orang pengurus oleh setiap Komisariat dari 13 Kecamatan di Kabupaten Siak. 

Pelantikan itu sesuai dengan AD/ART PPNI sebagai DPK PPNI Kabupaten Siak Nomor 014/DPD-PPNI/SK/K.S XII/2016 memberikan kewenangan dan tanggung jawab organisasi untuk dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab sesuai dengan janji yang telah diucapkan dengan tugas serta kewenangan peraturan perundangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam sambutannya Ulfa Hanum berharap dengan pelantikan ini seluruh pengurus yang ada di daerah-daerah dapat melaksanakan tugas sebagai amanah untuk membantu program pemerintah nantinya ke depan. Dan juga tentunya menjalankan amanat profesi keperawatan dengan penuh tanggung jawab.

"Perawat bisa bekerjasama dengan siapa saja, dan kami tidak mengharapkan menjadi PNS. Lebih kurang sebanyak 1.200 perawat yang ada di kabupaten siak dengan data PNS lebih kurang 300 orang yang memang bisa dikatakan sedikit, tetapi insyaallah kami berkiprah tidak mengharapkan menjadi pegawai negeri tetapi bagaimana nantinya kami bisa mandiri dengan adanya aturan perundangan yang telah dibentuk yakni praktek kemandirian," terangnya.

Ulfa mengatakan, pihaknya punya program 2016-2021 terkait zero pengangguran khusus untuk perawat. "Untuk itu ada langkah-langkah yang kita buat diantaranya dengan Mendata semua perawat di daerah, setelah mendata real selanjutnya mencari tau dimana dia bertugas dan berapa penangguran yang ada di setiap daerah tersebut. Kemudian menjadi seorang perawat kita harus memiliki 3 hal penting yakni pengetahuan yang tinggi, prilaku yang baik, dan skill keterampilan," sebutnya.