PASIR PENGARAYAN -- Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rokan Hulu Periode 2016-2021 akan dilantik pada tanggal 25 Agustus mendatang. Hal ini terlihat pada hasil rapat pengurus yang digelar Kamis 18 Agustus 2016 di kantor KONI Rohul desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah.

Hadir pada rapat tersebut Ketua Umum terpilih Abdul Halim SH, wakil Ketua Dedi Pontri, Sekretaris Ramses Hutagaol SH,MH, serta pengurus lainnya.

Pada rapat yang dipimpin Ketua Umum tersebut dibicarakan, mulai dari persipanj peklantikan sampai kagiatan-kegiatan yang akan dilakukan menjelang peklantikan,seperti Gerak jalan santai,sekalin dengan Door Prisenya serta kegiatan-kagialan yang lain yang akan menyemarakkan pelantikan tersebut.

Ketua Umum Abdul Halim mengatakan, pelantikan  akan dilakukan semeriah mungkin dengan menghadirkan berbagai elemen terkait bahkan juga Ketua KONI Provinsi Riau, turut hadir menyemarakkan pelantikan yang akan dilaksanakan di ex Arena Purna MTQ Provinsi Riau.

"Pelantikan yang akan dilakukan semeriah mungkin sehingga Masyarakat tahu akan keberadaan KONI,yang selama ini Masyarakat tidak tahu dimana Kantornya,dan apa-apa saja kegiatan yang dilakukan,"ujarnya.

Halim juga berjanji akan menakhodai KONI ini sesuai dengan AD/ART yang ada, sehingga setiap Cabor itu mampu berjuang mendapatkan Prestasi, sehingga nama Kabupaten Rohul mampu meraih juara di Bidangnya masing-masing.

Ditempat terpisah salah seorang Tokoh Masyarakat Rohul Agusman Nasution mengatakan, Dengan Pemerintahan yang baru dan Pengurus KONI yang baru ini harus mampu berkiprah ditengah-tengah Masyarakat, karena mereka di bantu dengan APBD Kabupaten Rohul yang cukup banyak.

"Pengurs KONi harus mampu meningkatkan Kinerjanya,dan kepanitiaan yang dipilih jangan hanya menumpang nama saja akan tetapi harus bekerja keras untuk peningkatan mutu Oleh raga itu sendiri, sehingga orang tidak menilai bahwa KONI itu bukan untuk menghambur-hamburkan
dana saja,"Tegasnya.

Agus juga menilai bahwa selama ini cyukup banyak dana yang dialokasikan untuk kegiatan KONI namun dana habis hasilnya tidak ada, apalagi selama ini pengurus KONI terkesan hanya Pejabat-pejabat saja sehingga lebih mementingkan kegiatan di kantornya daripada
mengurus KONI itu sendiri.**(lim)