PASIR PENGARAYAN -- Menindak lanjuti program Bupati Rokan Hulu (Rohul) Suparman non aktif -Wabup Rohul Sukiman, Masyarakat Peduli Pembangunan (MPP) akan melakukan singkronisasi dan  pemetaan potensi Negeri Seribu Suluk di Wilayah pertabatasan, baik dengan kabupaten tetangga maupun provinsi tetangga.

Direktur Eksekutif, MMP, Hardizon Said Nasution, menjelaskan awalnya tim sudah menuju Istana Presiden RI Joko Widodo, kemudian program terlampir dengan data awal, bersifat plaining project sudah disampaikan, kemudian  tim sudah bergerak lagi dengan baik pada pekan lalu, melakukan koordinasi dan survay di Pemkab Padang Lawas (Palas)-Sumatera Utara (Sumut), terkait potensi Sungai Sosa dan Sungai Rokan Kanan (Batang Lubuh).

"Alhamdulillah mendapat respon yang sangat baik, dari pihak istana Presiden RI sudah menerima berkas MMP, sebab disadari kalau penguatan energi pangan itu termasuk program nasional, sedangkan di Pemkab Palas sendiri, terkait jika ada lahan-lahan warga yang terkena imbasnya, data-data ini  tentu harus diupdate semaksimal mungkin," urai Hardizon, di Sekretariat MPP, Jalan Diponegoro, 267 sampai 231, Senin 15 Agustus 2016.

Pada pekan ini lanjut Hardizon, pihaknya akan memfulkan data-data dari Kabupaten Rohul sendiri, nanti koordinasinya dengan pihak Badan Perencanaan Pembanggunan Daerah (BAPPEDA) Rohul, karena wilayah-wilayah perbatasan memiliki potensi yang sangat luar bisa.

"Dulu masih segar dalam ingatan kita ketika, pak Suparman-Sukiman akan mengawali pembangunan dari wilayah pinggiran Kabupaten Rohul, ekonomi masyarakatnya harus maju, jadi untuk melakukan itu tentu harus mengefektifkan potensi yang ada diperbatasan tersebut," tuntasnya.

Masih di tempat yang sama, Sekretaris MPP, Endar Rambe di dampingi bendaharanya Sumadi Hadi Saptro, berjanji akan melanjutkan survay dan singkroniasi dengan wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kabupaten Kampar, Siak, Bengkalis dan Rokan Hilir.

"Kita berharap suport dari Pemkab Rohul, Pemprov Riau, karena pada intinya ini untuk kemakmuran masyarakat, sebab pihak Pemerintah Pusat sudah sangat mendukung dengan baik program ini, karena pada esensinya pemanfataan potensi energi listrik dan potensi kekayaan perut bumi sangat luar biasa di Negeri Seribu Suluk," papar Endar Rambe diamini Sumadi.

Tambah keduanya, jika project tersebut sudah finishing, implikasinya, selama ini dilema energi pangan engeri listrik di Provinsi Riau dapat menjadi solusi efektif, termasuk untuk kabupaten-kabupaten lainnya di luar Provinsi Riau. "Jadi ini dibutuhkan pemikiran yang positif dan bersih serta kebersamaan dan kekompakan supaya pembangunan bisa lebih dinamis dengan harapan kesejahteraan rakyat bisa terwujud sesuai dengan cita-cita daerah dan nasional," pungkas Sumadi.

"Harapan kita nanti setelah pak Presiden RI Joko Widodo, datang ke Masjid Agung Nasional Islamic Center (MAMIC) Rohul, sekaligus melakukan terhadap peninjauan-penijauan tersebut, ini pengaruhnya sangat speaktakuler kepada peningkatan ekonomi masyarakat pinggiran Rohul yang selama ini terkesan dilupakan," tutup Sumadi lagi.**(lim)