DUMAI -- PT Pelabuhan I Cabang Dumai akan melanjutkan proyek pembangunan jembatan Sungai Dumai yang terletak di pelabuhan TPI lama. Lanjutan proyek pembangunan jembatan Sungai Dumai yang sempat tertunda sejak tahun 2009 lalu, telah dilakukan proses pelelangan di kantor pusat PT Pelindo I Medan Sumatera Utara dengan nilai proyek sebesar Rp 65 Miliar.

Sebagaimana telah disampaikan Bidang Humas PT Pelindo I Cabang Dumai Hendri Bachtiar belum lama ini, bahwa pembangunan jembatan sungai Dumai yang merupakan penghubung jalan lingkar untuk armada angkutan berat akan segera diselesaikan seiring adanya rencana pembangunan jalan Tol Dumai - Pekanbaru oleh pemerintah Pusat.

"Lanjutan proyek pembangunan yang kita rencanakan ini sesuai permintaan pemerintah pusat. Dimana Kementerian BUMN minta PT Pelindo kembali memulai pembangunan jembatan Sungai Dumai itu,"ujarnya.

Dijelas Hendri, sesuai rencana pembangunan, jembatan akan dibangun sepanjang 298 meter, tinggi 8,1 meter dan lebar 20 meter untuk dua lajur. Selain diperuntukkan jalur armada angkutan CPO, jembatan ini juga akan berfungsi sebagai lintasan pengangkutan peti kemas yang sedang direncanakan.

Menurutnya, pembangunan jembatan ini termasuk salah satu pengembangan usaha PT Pelindo I Cabang Dumai. "Kalau jembatan ini nanti sudah selesai, kita juga akan menambah panjang dermaga D untuk aktivitas kapal Sembako dan Import. Dan pembangunan jembatan penghubung ini, untuk mendukung bisnis kepelabuhan dan kemajuan ekonomi daerah Kota Dumai,"katanya. 

Sementara Ketua Koalisi Rakyat Dumai (KRD) Ir. Muhammad Hasbi meminta seluruh masyarakat mendukung program pembangunan, khusus pembangunan jembatan sungai Dumai yang direncanakan PT Pelindo I Cabang Dumai. Reali¬sasi pembangunan jembatan sungai Dumai dapat memperpendek usia kerusakan jalan di dalam kota serta memiminimalisir tingkat kecelakaan lalulintas.

"Koalisi Rakyat Dumai menyampaikan apresiasi kepada PT Pelindo Dumai atas rencana lanjutan pembangunan jembatan Sungai Dumai ini, dan minta kepada masyarakat Kota Dumai agar mendukungnya. Dan berharap kelanjutkan pembangunan jembatan sungai Dumai itu, jangan ada unsur-unsur yang mengganggu dengan menunggangi kepen¬tingan sekelompok orang atau golongan tertentu untuk mendapatkan keuntungan dengan cara ingin menggagalkan pembangunannya,"papar Hasbi kepada awak media, Senin 18 Juli 2016.

Dikatakan Hasbi, pembangunan jembatan sungai Dumai merupa¬kan perintah langsung Presiden RI Joko Widodo dalam meminimalisir kerusakan jalan di tengah kota kepada Menteri Perhubungan dan BUMN. Dalam pembangunan ini sejumlah unsur, seperti Panglima TNI, Kapolri, Pangdam I Bukit Barisan, Kapolda dan Kapolres Dumai, Dandim 0320 Dumai serta Walikota Dumai dilibatkan untuk melakukan pengamanan pembangunan.

"Saya sangat setuju kelanjutan jembatan ini, agar Jalan Putri Tujuh, Jalan Datuk Laksamana dan Soekarno-Hatta tidak rusak akibat lalulintas kendaraan tonase besar. Namun, sayang dengar ada sekelompok orang yang ingin men-gagalkan pembangunan jembatan ini dengan alasan kehidupan buruh,"sebutnya.

Pada hal jikapun ada jembatan ini nanti, tambah Hasbi, buruh tetap saja bisa bekerja dan melakukan bongkar muat. "Kalau ada pihak-pihak yang ingin menghalangi rencana ini, aparat keamanan dari unsur TNI maupun Polri harus bertindak,"tutupnya.**(yus)