PAGARANTAPAH DARUSSALAM -- Ketua pembangunan Masjid Besar Al Hidayah Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, H Safri mengharapkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Rohul untuk kelanjutan pembanguan masjid kebanggaan masyarakat Pagaran Tapah tersebut.   
 
Menurutnya, saat ini yang paling dibutuhkan adalah kubah masjid yang diperkirakan menelan biaya Rp 285 juta. Sementara anggaran kas masjid yang ada sebesar Rp 90 juta. “Kami berharap agar pemerintah mau membantu dana untuk kelanjutan pembangunan masjid, ini untuk kenyamanan jamaah dalam beribadah,” harap Safri.
 
Selain itu, dukungan moral terus mengalir untuk Bupati Rokan Hulu, H Suparman SSos MSi, kali ini datangnya dari masyarakat Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam. Mereka mendoakan agar sang bupati dibebaskan dari sangkaan KPK dan kembali memimipin daerah Negeri Seribu Suluk tersebut.
 
Safri mengakui masyarakat setempat sangat prihatin atas musibah yang menimpa Bupati Suparman. Katanya, masyarakat masih sangat mendambakan sosok dari Suparman untuk memimpin Rohul lima tahun kedepan.
 
”Untuk itu mari kita doakan bersama Bapak Bupati Suparman, semoga dirinya dan keluarga diberikan kekuatan, ketabahan menghadapi cobaan. Dan disaat persidangan nanti dibebaskan dari apa yang di sangkakan kepadanya,” Doa H Sabri bersama ratusan masyarakat saat acara Safari Ramadhan Pemkab Rohul di Masjid Al Hidayah Desa Pagaran Tapah Darussalam, Selasa 14 Juni 2016 malam. 
 
Selain itu, dirinya mengutarakan tentang situasi yang tidak kondusif di Desa Rimba Jaya dan Rimba Makmur kedua desa ini masuk dalam lima desa yang masih konflik tapal batas antara Pemkab Rohul dan Kampar. Di dua desa tersebut, sambungnya terjadi dualisme kepemimpinan desa, dimana untuk kepala desa versi Rohul masih melalui pemilihan langsung sementara untuk versi Kampar langsung ditunjuk tanpa melalui pemilihan.
 
“Secara administrasi kependudukan, di dua desa tersebut masih menggunakan identitas dari Rohul. Kami meminta kepada Gubernur Riau agar dapat menyelesaikan masalah ini. Jika memang desa-desa itu harus masuk ke Kampar tidak ada masalah. Namun alangkah baiknya jika masuk ke Rohul karena jaraknya lebih dekat,” bebernya.
 
Safri juga menyampaikan harapan masyarakat kepada pemerintah agar jalan lintas yang berada di Desa Kembang Damai yang kondisinya saat ini rusak agar dilakukan pengaspalan. Selain itu, pemerintah juga diminta untuk meningkatkan status jalan lingkar yang berada di kecamatan tersebut, karena selama ini pembangunan jalan lingkar tersebut masih menggunakan sistem sewa kelola masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Asisten II Bidang Pembangunan Setda Rohul, H Syaiful Bahri SSOs menyikapi hal-hal yang disampaikan tokoh masyarakat tersebut mengaku akan mengupayakan memasukkan perbaikan jalan di Desa Kembang Damai dalam plafon anggaran pembangunan tahun 2017.
 
“Untuk masalah di lima desa, Pemkab Rohul akan tetap mempertahankan, karena undang-undang yang lama belum berubah. Pemda Rohul belum lama ini telah melakukan hearing dengan Pemprov Riau dan DPRD Riau membahas masalah lima desa ini,” tuturnya.
 
Untuk pembangunan Masjid Besar Al Hidayah Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, Syaiful mengarahkan agar pengurus masjid membuat profosal dan ditujukan ke Pemkab Rohul. Setelah diajukan, katanya lagi DPRD Rohul akan membahas dan jika disetujui Pemerintah Rohul akan menganggarkan di dalam RKPD tahun 2017.
 
“Pembangunan masjid bisa juga dilakukan melalui bantuan kegiatan Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (DTRCK) Kabupaten Rohul. Nantinya, dinas yang akan membangun masjid, tetapi desain dari pengurus masjid,” tukasnya.
 
Pada kesempatan itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Kabupaten Rohul menyalurkan bantuan zakat produktif dan konsumtif senilai Rp 91 juta untuk pembangunan tiga unit rumah layak huni (RLH), santunan kepada anak yatim. Selain itu, Pemda Rohul juga membantu 52 buah Al quran untuk pengurus masjid.**(lim)