RENGAT -- Momen pengambilan raport seringkali dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk memungut sumbangan kepada para orang tua dan wali murid, seperti yang terjadi di SDN 008 Kelurahan Tanjung Gading Air Molek Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sabtu 4 Juni 2016.

Dimana sekolah ini meminta sumbangan kepada orang tua dan wali murid sebesar Rp. 120 ribu permurid yang gunannya untuk membangun WC sekolah, dimana sumbangan ini bersipat wajib.

Salah seorang orangtua murid yang tidak mau namanya dipublikasikan menyatakan bahwa dirinya sempat bertengkar dengan kepala sekolah SDN 008 Tanjung Gading tersebut.

"Saya merasa keberatan untuk membayar iuran tersebut, sebab jumlahnya cukup besar, yaitu Rp. 120 ribu permurid mulai dari kelas 1 s/d 5 ", katanya.

Bukankah pemerintah seudah menganggarkan untuk membangun berbagai fasilitas di sekolah, kenapa lagi harus dibebankan kepada orang tua.

"Mungkin inilah salah satu asalan kenapa moment pengambilan raport seringkali menjadi momok bagi para orangtua dan wali murid", ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 008 H. Nes Meli belum berhasil dihubungi untuk dimintai keterangan terkait hal ini.**(ali)