BANGKINANG KOTA -- Saat ini kita harus mulai berpikir untuk tidak saja mempertanggungjawabkan kegiatan, melainkan adanya manfaat yang didapat dari pelaksanaan kegiatan ini, dan ada kemajuan prestasi karena adanya kegiatan ini. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan saran serta  pemikiran yang disampaikan kepada Pemerintah daerah. Karena hasil pemikiran dan saran yang dihasilkan dari pelaku yang telah ahli memungkinkan melahirkan saran yang baik demi kemajuan prestasi.
            
Demikian dikatakan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Kampar Nurbit ketika dirinya membuka Pelatihan Peningkatan Keterampilan dan Profesionalisme Dewan Hakim MTQ Kabupaten Kampar di Hotel Bangkinang Baru, Bangkinang Kota, Senin 9 Mei 2016.

Asisten Bidang Kesra Nurbit dalam sambutan pembukaan menyampaikan dewan hakim, peserta merupakan elemen yang tidak terpisahkan, hendaknya peserta pelatihan harus serius dalam mengikuti pelatihan Peningkatan Keterampilan dan Profesionalisme Dewan Hakim MTQ Kabupaten Kampar.
            
Materi pelatihan dan materi penilaian tidak berubah, Yang menjadi kerisauan kita bersama adalah penurunan ranking dalam perhelatan MTQ tingkat Provinsi Riau, selama ini peningkatan kualitas prestasi MTQ Kabupaten Kampar cenderung terus menurun ujarnya.

Untuk Dewan Hakim saat ini dibutuhkan peremajaan, karena masih masih banyak dewan hakim yang berusia lanjut dan masih aktif, diharapkan pelatihan ini mampu melahirkan dewan Hakim yang lebih muda dan memiliki pengalaman dibidangnya ungkap Nurbit.

Ia juga mengatakan Keadaan prestasi Kabupaten Kampar saat ini sangat memprihatinkan, peraturan Daerah yang mendukung untuk peningkatan prestasi seperti, peraturan Daerah Maghrib Mengaji dan peraturan lainnya telah dicanangkan Kabupaten Kampar.
            
Harus ada upaya secara sistematis dan berani yang berdasarkan kaidah mengambil keputusan atau langkah baru demi terwujudnya prestasi Kabupaten Kampar ungkap Nurbit. Fakta yang ada Kabupaten Kampar sebagai Serambi Mekahnya Provinsi Riau, nyatanya prestasi yang diperoleh untuk MTQ tingkat Provinsi Riau jauh dari ungkapan Serambinya mekah tuturnya.

"Biarlah kita kalah tapi terhormat dari pada Menang Hina. MTQ merupakan kefasihan dan memahami serta siar dari Firman Allah SWT. Kalau masih ada celah-celah lemah dalam peningkatan prestasi MTQ, mari kita bersama membenahi celah tersebut," kata Dia.

Nurbit juga menyampaikan pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan Dewan Hakim yang memiliki kemampuan, Kapabilitas dan berkualitas serta mampu memberikan penilaian secara Profesional pada setiap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dikabupaten Kampar dimasa yang akan datang.  

Diakhir sambutannya, Nurbit menegaskan Qori dan Qoriah yang dilahirkan Kabupaten Kampar tidak terlepas dari peran serta Pembinaan oleh dewan Hakim Kabupaten Kampar. Juga diharapkan instruktur mampu memberikan materi kepada dewan hakim agar mampu menjadi dewan Hakim yang amanah dan profesional pungkasnya.
            
Sementara, dalam penyampaian Laporan ketua pelaksana Kepala Bagian Kesra Al Kautsar mengatakan tujuan pelatihan ini adalah sebagai syarat untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan dewan hakim pada perhelatan MTQ tingkat Kabupaten Kampar serta meningkatkan kualitas dewan hakim dalam pemberian nilai kepada peserta MTQ untuk tingkat Kabupaten Kampar yang akan dihelat.

Untuk jumlah Peserta yakni berjumlah 25 orang yang mewakili dari 21 Kecamatan. Acara pelatihan ini dimulai tanggal 8 hingga 14 Mei 2016, tenaga pengajar berasal 1 orang dari LPTQ nasional, 5 orang LPTQ Provinsi Riau dan 1 orang dari Kabupaten Kampar paparnya.**(man)