TEMBILAHAN -- Nama Edy Syafwannur, mantan Kepala BPMPD Kabupaten Inhil zaman pemerintahan Indra Mukhlis Adnan ramaikan bursa calon-calon Bupati pada Pilkada Inhil 2018 mendatang.

Hal itu dikatakan sendiri oleh yang bersangkutan kepada awak media, Selasa 12 April 2016. Pria yang akrab disapa Iwan ini menyatakan positif kembali ikut maju bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2018 mendatang.

Meski pernah kalah saat bertarung pada Pilkada 2013 lalu, Edy Syafwannur tidak patah semangat. Ada beberapa alasan yang mendorong dirinya untuk kembali mencalonkan diri sebagai calon Bupati.

"Saya maju  karena dukungan dari berbagai komponen masyarakat, baik yang disampaikan melalui sambungan selular hingga menemui secara langsung," tambahnya.

Selain itu, sejak ditinggal Bupati Inhil sebelumnya, H Indra M Adnan, ia menilai jalannya pembangunan di Inhil “ Stagnan”. Tidak ada pergerakan yang signifikan.

Dicontoh yang menurutnya paling sederhana adalah pembangunan Masjid Islamic Centre. Proyek yang sedianya dibangun untuk siar agama Islam itu hingga hari ini tidak ada progress, terhenti dan tidak ada kepastian.

“Masjid adalah sebuah rumah Ibadah. Tempat bermunajat kepada Allah. Apa yang salah?” katanya.

Hal serupa juga dikatakannya berlaku dalam pengembangan manusia. Iwan menyatakan keprihatinan dengan tidak lagi pernah dianggarkan bantuan pendidikan bagi putra-putri Inhil yang tidak mampu termasuk banyaknya kondisi fasilitas pendidikan yang rusak dan dalam kondisi yang juga memprihatinkan.

“Artinya Indek pembangunan SDM kita sangatlah menurun. Jujur, nafsu politik saya secara pribadi untuk menduduki kursi kekuasaan sudahlah sangat jauh menurun. Namun kepentingan masyarakat banyak kembali membuka hati saya untuk memberikan pengabdian bagi Kabupaten Inhil," imbuhnya.**(suf)